Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Usai Blackout Sumatera, Kini Warga AS Dilanda Blackout Massal Dua Kali dalam Sepekan

Blackout melanda Kepulauan Virgin AS dua kali sepekan, puluhan ribu warga terdampak, sistem listrik tua dinilai tak andal.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Glery Lazuardi

Selain itu, badai besar Irma dan Maria yang melanda pada September 2017 juga menyebabkan kerusakan parah pada jaringan transmisi dan distribusi listrik. Kedua badai tersebut merusak atau menghancurkan hingga 90 persen sistem distribusi tenaga listrik di Kepulauan Virgin AS.

Untuk mengurangi risiko pemadaman berulang, WAPA berencana memasang pembangkit sementara dan menambah sistem penyimpanan energi baterai di pembangkit utama dalam beberapa bulan mendatang.

Ketergantungan wilayah tersebut terhadap energi fosil juga masih sangat tinggi. Sumber energi terbarukan hanya menyumbang sekitar 3 persen dari total kapasitas pembangkit listrik.

Sementara itu, harga listrik rata-rata pada 2024 mencapai sekitar 33 sen per kilowatt-jam, atau hampir dua kali lipat lebih mahal dibandingkan rata-rata nasional Amerika Serikat yang berada di angka 16 sen per kilowatt-jam.

Baca juga: Pakar ITB Sebut Blackout Sumatra Diduga akibat Tekanan Angin Kencang pada Sambungan Kabel Transmisi

Blackout Sumatra Jadi Sorotan

Sebelumnya, pemadaman listrik massal atau blackout juga terjadi di sebagian besar wilayah Sumatra pada Jumat (22/5/2026) malam.

Gangguan sistem kelistrikan tersebut berdampak luas di sejumlah provinsi, mulai dari Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau hingga Jambi.

Setelah berlangsung selama beberapa hari, kondisi kelistrikan berangsur pulih sejak Sabtu (23/5/2026) hingga akhirnya dinyatakan normal sepenuhnya pada Senin (25/5/2026).

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam proses pemulihan, PT PLN (Persero) terlebih dahulu melakukan asesmen terhadap gardu induk dan jaringan transmisi guna memastikan tidak ada kerusakan fisik yang membahayakan sistem.

Setelah itu, perusahaan secara bertahap menghidupkan kembali pembangkit yang terdampak akibat efek domino blackout hingga pasokan listrik kembali normal 100 persen.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan yang berdampak terhadap rumah tangga, fasilitas vital, hingga aktivitas ekonomi.

“Kami atas nama PT PLN Persero menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat yang berada di Sumatra,” ujar Darmawan saat konferensi pers, Sabtu (25/5/2026).

Kerusakan Jaringan Transmisi Jadi Pemicu

Direktur Transmisi PLN, Edwin Nugraha Putra menjelaskan pemadaman massal bermula ketika jaringan transmisi SUTET 275 kV jalur Muara Bungo-Sungai Rumbai di Jambi mengalami gangguan akibat cuaca ekstrem.

Menurut Edwin, sistem kelistrikan Sumatra memiliki dua jalur utama, yakni jalur timur bertegangan 500 kV dan jalur barat bertegangan 275 kV.

Pada Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 18.44 WIB, cuaca ekstrem menyebabkan perpindahan arus listrik dari jalur timur menuju jalur barat. Perpindahan tersebut memicu fenomena power swing atau osilasi yang menyebabkan ketidakstabilan sistem.

"Jadi, tegangan maupun frekuensi berosilasi sangat tinggi pada saat itu karena berpindahnya ke arah 275 kV tadi," ujar Edwin di Bareskrim Senin (25/5/2026).

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas