Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mengenal Drone MQ-1 Milik AS yang 'Digempur' IRGC: Dijuluki Predator Amerika

IRGC mengklaim berhasil menembak jatuh drone militer MQ-1 milik Amerika Serikat setelah disebut melanggar wilayah udara Iran.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Mengenal Drone MQ-1 Milik AS yang 'Digempur' IRGC: Dijuluki Predator Amerika
khaberni/HO
DRONE AS - Ilustrasi Drone AS. IRGC mengklaim berhasil menembak jatuh drone militer MQ-1 milik Amerika Serikat setelah disebut melanggar wilayah udara Iran. 

 

Ringkasan Berita:
  • Iran mengaku menembak jatuh drone MQ-1 milik AS di wilayah perairannya.
  • IRGC menegaskan wilayah udara Iran berada di bawah pengawasan penuh.
  • Ketegangan meningkat setelah Iran memperingatkan akan membalas setiap agresi AS.


TRIBUNNEWS.COM - Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa unit pertahanan udaranya berhasil menembak jatuh kendaraan udara tak berawak MQ-1 milik Amerika Serikat pada Minggu pagi (31/5/2026).

Media pemerintah Iran melaporkan drone tersebut dihancurkan setelah memasuki wilayah udara Iran di atas perairan teritorial negara itu dalam apa yang disebut sebagai tindakan agresif.

Dalam pernyataannya, IRGC mengatakan drone MQ-1 militer AS itu dicegat oleh sistem pertahanan udara Iran sebelum akhirnya dihancurkan.

“Unit pertahanan udara Garda Revolusi Iran menjatuhkan pesawat tak berawak MQ-1 Amerika setelah memasuki wilayah udara di atas perairan teritorial Iran saat mencoba melakukan operasi agresif,” demikian isi pernyataan IRGC.

Drone MQ-1 diketahui merupakan pesawat tanpa awak yang umum digunakan militer AS untuk misi pengawasan maupun operasi serangan.

IRGC juga menegaskan bahwa wilayah udara dan perairan Iran berada dalam pengawasan penuh militer negara tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

Mereka memperingatkan bahwa setiap bentuk pelanggaran atau agresi akan direspons secara tegas, mengutip Al Mayadeen, Senin (1/6/2026).

Iran Klaim Temukan Puing Drone AS

Sebelumnya, pada 30 Mei lalu, militer Iran menyatakan telah menemukan puing-puing drone yang ditembak jatuh di kawasan Teluk dekat Pulau Qeshm.

Angkatan Darat Iran menyebut pesawat tanpa awak itu terdeteksi radar sebelum dihancurkan dalam operasi pertahanan udara.

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat meningkat dalam beberapa hari terakhir setelah IRGC menuduh militer AS melakukan agresi di sekitar Bandara Bandar Abbas pada 28 Mei.

Menurut IRGC, militer AS meluncurkan proyektil udara ke wilayah pinggiran Bandar Abbas sebelum fajar.

Iran kemudian mengklaim membalas serangan tersebut dengan menargetkan pangkalan udara AS yang disebut menjadi lokasi asal serangan.

IRGC menyebut operasi balasan itu sebagai “peringatan serius” bahwa setiap tindakan agresif terhadap Iran akan dibalas dengan respons yang lebih keras.

“Tanggung jawab atas konsekuensinya berada di tangan pihak agresor,” demikian pernyataan IRGC.

Apa Itu Drone MQ-1?

MQ-1 Predator merupakan pesawat nirawak atau drone pengintai dan serang yang dikembangkan oleh perusahaan AS, General Atomics Aeronautical Systems.

Nama “Predator” disebut-sebut terinspirasi dari film populer berjudul sama yang dirilis sebelum pengembangan drone tersebut dimulai.

Drone ini pertama kali melakukan penerbangan pada 1994, mengutip laman global.espreso.tv.

Beberapa tahun kemudian, tepatnya Februari 2001, Angkatan Udara AS melakukan uji coba perdana peluncuran rudal AGM-114 Hellfire menggunakan MQ-1 Predator di Pangkalan Angkatan Udara Nellis.

Pada awal pengembangannya, drone ini diberi nama RQ-1 Predator, dengan huruf “R” merujuk pada fungsi pengintaian atau reconnaissance.

Namun pada 2002, Angkatan Udara AS mengubah penamaannya menjadi MQ-1 Predator untuk menegaskan kemampuan multirole atau multifungsinya, termasuk sebagai platform persenjataan.

Selain digunakan untuk operasi militer, pada 2006 Federal Aviation Administration (FAA) AS juga memberikan izin penggunaan Predator untuk misi pencarian dan penyelamatan.

Hingga 2013, total jam terbang drone MQ-1 Predator dilaporkan telah mencapai sekitar 2 juta jam operasi.

(Tribunnews.com/Garudea Prabawati)

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas