Pejabat Iran: Perang yang Kembali Berkobar Lawan Amerika Jadi Hal Tak Terhindarkan
Amerika Serikat menginginkan Iran menyerah sepenuhnya dalam konflik yang pecah pada akhir Februari lalu. Iran menegaskan tak akan pernah menyerah
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Menurut sumber tersebut, pembahasan terhadap rancangan kesepakatan masih berlangsung di tingkat internal pemerintah Iran.
Teheran disebut sedang mempelajari isi proposal secara mendalam sebelum mengambil keputusan.
Sikap hati-hati Iran tidak lepas dari sejarah hubungan yang penuh ketegangan dengan Washington.
Sumber itu menjelaskan bahwa rendahnya tingkat kepercayaan menjadi faktor utama dalam proses evaluasi proposal tersebut.
"Iran sedang mempelajari proposal itu dengan sangat hati-hati karena pengalaman masa lalu dan apa yang dianggap sebagai ketidakpatuhan Amerika Serikat terhadap berbagai komitmen sebelumnya," kata sumber tersebut.
Teheran juga disebut menginginkan hasil yang lebih konkret sebelum menyetujui kesepakatan apa pun.
Menurut sumber yang sama, Iran berusaha memastikan bahwa setiap perjanjian yang dicapai nantinya memberikan manfaat nyata dan dapat dijalankan secara efektif, bukan sekadar janji politik.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meski jalur diplomasi masih terbuka, perundingan antara Iran dan Amerika Serikat masih menghadapi tantangan besar.
Selain perbedaan kepentingan strategis, persoalan kepercayaan yang telah berlangsung selama puluhan tahun tetap menjadi hambatan utama dalam mencapai kesepakatan yang dapat mengakhiri konflik secara permanen.