Peretas Bobol Instagram Pejabat Space Force AS, Sebar Propaganda Iran dan Video Perang Vietnam
Akun pejabat Space Force AS diretas, diisi propaganda pro-Iran dan video Perang Vietnam, picu alarm keamanan siber militer AS.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Ringkasan Berita:
- Akun Instagram pejabat senior Space Force AS diretas dan diisi konten propaganda pro-Iran serta anti-AS.
- Konten itu menampilkan audio propaganda Perang Vietnam dan figur keamanan Iran yang tewas dalam konflik terbaru.
- Militer AS mengonfirmasi insiden tersebut dan memperingatkan ancaman serangan siber di tengah meningkatnya ketegangan global.
TRIBUNNEWS.COM - Akun Instagram milik seorang pejabat senior Angkatan Luar Angkasa Amerika Serikat (US Space Force) diretas dan sempat digunakan untuk menyebarkan konten propaganda yang bernada pro-Iran serta anti-Amerika Serikat.
Insiden ini dilaporkan pertama kali oleh CNN, kemudian dikonfirmasi dan dikutip oleh sejumlah media internasional termasuk The Indian Express dan Hindustan Times dalam pemberitaan pada Senin (2/6/2026).
Seorang juru bicara Space Force mengonfirmasi adanya pelanggaran keamanan digital tersebut, namun menolak memberikan detail terkait pelaku, durasi peretasan, maupun metode yang digunakan.
“Tim kami sedang bekerja untuk memulihkan akses dan mengatasi insiden ini secepat mungkin,” ujar pejabat Space Force sebagaimana dikutip dari CNN.
Bagaimana Akun Diretas Digunakan?
Akun yang diretas tersebut milik Sersan Mayor Kepala (Chief Master Sergeant) John Bentivegna, salah satu pejabat keamanan senior di Space Force.
Baca juga: Sistem Tangki Bahan Bakar AS Disusupi Peretas, Iran Dituduh sebagai Dalang
Setelah berhasil mengambil alih akun, pelaku peretasan mengunggah sejumlah video dan gambar yang memuat narasi politik sensitif, termasuk propaganda anti-AS dan pesan yang mendukung Iran di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.
Salah satu konten yang ditinjau CNN menunjukkan penggunaan audio dari era Perang Vietnam, termasuk suara yang dikaitkan dengan “Hanoi Hannah”, sosok propagandis yang dikenal menyebarkan pesan psikologis kepada tentara Amerika pada masa perang.
Konten tersebut juga menampilkan gambar seorang pejabat keamanan Iran yang disebut telah tewas dalam eskalasi konflik terbaru, memperkuat indikasi bahwa materi yang disebarkan dirancang sebagai bagian dari perang narasi digital.
Respons Cepat Space Force
Space Force merespons insiden ini dengan mengeluarkan peringatan internal kepada personel militer untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tautan dan konten mencurigakan yang mungkin beredar dari akun yang terdampak.
Bentivegna sendiri kemudian mengunggah peringatan di Facebook, meminta kolega dan publik untuk tidak berinteraksi dengan unggahan yang muncul dari akun Instagram miliknya selama masa peretasan.
“Jangan klik tautan apa pun atau berinteraksi dengan konten tersebut,” demikian imbauannya.
Militer AS menegaskan insiden ini sedang diselidiki lebih lanjut, termasuk kemungkinan keterlibatan aktor negara atau kelompok peretas terorganisir.
Pola Serangan Lebih Luas
Baca juga: Laporkan Peretas Akun Instagram, Ahmad Dhani Ingin Pelaku Segera Ditangkap: Jangan Dilepas, Bahaya
Insiden ini bukan peristiwa tunggal, melainkan bagian dari pola serangan siber yang meningkat terhadap personel militer dan lembaga keamanan Amerika Serikat.
Sebelumnya sejumlah anggota Marinir AS dan keluarga mereka menerima pesan ancaman digital dari kelompok yang diduga memiliki keterkaitan dengan aktor siber Iran.
Pesan tersebut berisi klaim bahwa identitas korban telah diketahui dan aktivitas mereka berada dalam pengawasan sistem rudal, meskipun otoritas militer menyebut ancaman itu tidak berdasar.