Ukraina Siaga Penuh, Zelenskyy: Serangan Besar Rusia Bisa Datang dalam Waktu Dekat
Presiden Ukraina Zelenskyy sebut informasi intelijen yang mengungkap kemungkinan serangan besar Rusia pada 2 Juni malam waktu setempat.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Febri Prasetyo
Pernyataan tersebut disampaikan Rubio saat memberikan keterangan di hadapan Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS pada 2 Juni.
Dalam sidang tersebut, Senator Partai Demokrat, Jeanne Shaheen, menanyakan apakah pemerintah AS akan kembali memperpanjang pengecualian sanksi terhadap minyak Rusia.
Rubio menjelaskan bahwa keputusan akhir berada di tangan Departemen Keuangan AS. Namun, ia menegaskan bahwa kebijakan utama Washington tetap mendukung pemberlakuan sanksi terhadap sektor minyak Rusia.
"Kami ingin mengakhirinya sesegera mungkin, karena kebijakan dasar negara ini adalah memberikan sanksi terhadap minyak Rusia. Pengecualian ini hanya bersifat sementara dengan tujuan membantu meningkatkan pasokan minyak global," kata Rubio.
Pengecualian tersebut pertama kali diberlakukan pada Maret lalu dan ditujukan untuk minyak Rusia yang sudah berada dalam perjalanan laut sebelum sanksi diterapkan. Langkah itu diambil guna mencegah gangguan pasokan energi dunia yang dapat memicu lonjakan harga minyak.
Kebijakan tersebut juga berkaitan dengan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global setelah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, termasuk ancaman penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran minyak terpenting di dunia.
Pada Mei lalu, pemerintah AS memutuskan untuk memperpanjang sementara pengecualian tersebut sebagai langkah untuk menjaga stabilitas harga energi internasional dan menghindari kekurangan pasokan minyak di pasar global.
Namun, kebijakan itu menuai kritik dari sejumlah pihak di Eropa. Valdis Dombrovskis menyayangkan keputusan Washington memperpanjang pengecualian tersebut karena dinilai dapat mengurangi tekanan ekonomi terhadap Rusia.
Meski demikian, pernyataan terbaru Rubio menunjukkan bahwa pemerintah AS masih berkomitmen untuk mengakhiri pengecualian itu dan kembali menerapkan sanksi secara penuh terhadap sektor minyak Rusia dalam waktu mendatang, lapor Pravda.
Juara Ukraina Marta Kostyuk Kritik Diamnya Petenis Rusia di Tengah Serangan Mematikan ke Kyiv
Petenis Ukraina, Marta Kostyuk, melontarkan kritik kepada sejumlah petenis Rusia yang memilih tidak memberikan komentar terkait perang yang masih berlangsung di Ukraina.
Pernyataan itu disampaikan setelah Kostyuk meraih kemenangan penting dan melaju ke semifinal turnamen tenis. Menurutnya, para atlet Rusia mengetahui apa yang sedang terjadi di Ukraina, tetapi memilih untuk tetap diam.
Kostyuk mengatakan, "Mereka semua sudah dewasa. Mereka tahu apa yang sedang terjadi. Mereka punya telepon, Instagram, dan akses berita. Saya berharap ada sikap yang lebih jelas tentang apa yang sedang terjadi, terutama ketika negara Anda membunuh orang lain."
Ia juga mempersembahkan kemenangannya untuk rakyat Ukraina yang masih menghadapi serangan rudal dan drone Rusia.
"Saya ingin mempersembahkan pertandingan ini kepada rakyat Ukraina dan ketahanan mereka. Dengan semua yang terjadi, berada di sini adalah sebuah berkah," ujar Kostyuk.
Marta Kostyuk Puji Daria Kasatkina yang Berani Bersuara soal Perang Rusia-Ukraina
Di tengah kritiknya terhadap atlet Rusia yang memilih diam, Marta Kostyuk secara khusus memberikan apresiasi kepada Daria Kasatkina.