Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ukraina Siaga Penuh, Zelenskyy: Serangan Besar Rusia Bisa Datang dalam Waktu Dekat

Presiden Ukraina Zelenskyy sebut informasi intelijen yang mengungkap kemungkinan serangan besar Rusia pada 2 Juni malam waktu setempat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Ukraina Siaga Penuh, Zelenskyy: Serangan Besar Rusia Bisa Datang dalam Waktu Dekat
Facebook Zelenskyy
RUSIA SERANG UKRAINA - Foto kerusakan di sejumlah bangunan di Kyiv pada Selasa (2/6/2026). Zelenskyy mengungkap informasi intelijen bahwa Rusia mungkin akan meluncurkan serangan besar-besaran lagi pada malam hari. 

Kasatkina dikenal sebagai salah satu atlet yang secara terbuka mengkritik perang dan kemudian beralih membela Australia.

Menurut Kostyuk, keberanian Kasatkina patut dihargai karena tidak semua orang berani menyampaikan pendapat yang berbeda dari kebijakan negaranya.

"Saya mengenal beberapa orang yang meninggalkan Rusia begitu perang dimulai, menjual bisnis mereka, dan meninggalkan segalanya karena tidak setuju dengan apa yang dilakukan negara mereka terhadap orang lain," kata Kostyuk.

Ia menegaskan bahwa setiap orang memiliki pilihan untuk menyuarakan keyakinannya jika memang tidak setuju dengan perang, lapor The Guardian.

Stok Rudal Pertahanan Menipis, Ukraina Kesulitan Hadapi Gelombang Serangan Rusia

Ukraina menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan wilayah udaranya akibat berkurangnya persediaan rudal pencegat pertahanan udara.

Serangan besar-besaran Rusia yang melibatkan puluhan rudal dan ratusan drone menunjukkan bahwa kebutuhan rudal pertahanan semakin mendesak.

Laporan menyebutkan rudal pertahanan udara jenis Patriot kini menjadi rebutan banyak negara, termasuk Ukraina dan negara-negara sekutu Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Rekomendasi Untuk Anda

Akibat keterbatasan stok tersebut, Ukraina semakin sulit mencegat seluruh serangan yang datang dari Rusia.

Menlu Ukraina Desak Dunia Perketat Sanksi terhadap Moskow

Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, meminta negara-negara mitra memberikan tekanan lebih besar kepada Rusia melalui sanksi tambahan dan bantuan militer.

Menurut Sybiha, Rusia mengalami kesulitan di medan perang sehingga terus mengandalkan serangan rudal dan drone terhadap wilayah sipil.

"Moskow kalah di medan perang. Tidak ada jumlah rudal yang dapat mengubah itu. Yang dapat kita ubah adalah kemampuan Rusia untuk melanjutkan teror," ujar Sybiha.

Pemerintah Ukraina berharap dukungan internasional dapat membantu memperkuat pertahanan negara tersebut.

Kilang Minyak Rusia Terbakar, Moskow Klaim Hancurkan Drone Ukraina

Tidak hanya Ukraina yang menjadi sasaran serangan. Wilayah Rusia juga mengalami serangan pesawat nirawak atau drone.

Salah satu insiden terjadi di sebuah kilang minyak di wilayah Krasnodar yang dilaporkan terbakar setelah terkena serangan drone.

Sementara itu, Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, menyatakan bahwa sistem pertahanan udara Rusia berhasil menghancurkan sejumlah drone Ukraina yang menuju ibu kota.

Sesuai Minatmu
Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas