Pemakaman Khamenei Digelar 3 Hari di 3 Kota, Jutaan Pelayat Diperkirakan Hadir di Iran
Iran akan menggelar pemakaman Ayatollah Khamenei selama 3 hari di 3 kota besar. Jutaan pelayat diperkirakan hadir di tengah situasi memanas.
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Garudea Prabawati
Ringkasan Berita:
- Iran resmi menggelar pemakaman Ayatollah Ali Khamenei selama tiga hari di Teheran, Qom, dan Mashhad setelah sempat ditunda akibat situasi perang dan risiko keamanan tinggi.
- Pemakaman diperkirakan menjadi salah satu yang terbesar di dunia dengan jutaan pelayat dari Iran, Pakistan, Afghanistan, India, Bangladesh.
- Penundaan pemakaman sebelumnya dipicu kekhawatiran pemerintah Iran terhadap serangan lanjutan, hingga kondisi politik dan keamanan domestik yang belum stabil di tengah konflik dengan AS.
TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Teheran resmi mengumumkan tanggal pemakaman mantan pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei setelah penundaan panjang sejak kematiannya pada awal perang melawan Amerika Serikat dan Israel.
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa prosesi penghormatan terakhir untuk Ayatollah Ali Khamenei akan berlangsung selama tiga hari, dengan melibatkan rangkaian acara besar di beberapa kota utama negara tersebut.
Hal tersebut turut dikonfirmasi Wakil Wali Kota Teheran, Mohammad Amin Tavakoli-Zadeh, yang mengatakan pemerintah sedang menyiapkan prosesi pemakaman berskala nasional di tiga kota penting, yaitu Teheran, Qom, dan Mashhad.
Prosesi utama di Teheran diperkirakan berlangsung setidaknya selama 24 jam sebelum jenazah dibawa menuju Kota Mashhad untuk dimakamkan.
Pemerintah Iran menyebut Ayatollah Khamenei akan dimakamkan di Kompleks Makam Imam Reza di Mashhad, kota kelahirannya yang juga menjadi salah satu pusat suci umat Islam Syiah.
Keputusan tersebut disebut sesuai dengan wasiat pribadi Khamenei serta rekomendasi dari keluarga dan tokoh-tokoh dekatnya.
Jadi Salah Satu Pemakaman Terbesar di Dunia
Pemerintah Iran menilai prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei berpotensi menjadi salah satu upacara pemakaman terbesar di dunia karena diperkirakan akan dihadiri jutaan pelayat dari dalam maupun luar negeri.
Selain warga Iran, pengunjung diprediksi datang dari berbagai negara dengan populasi muslim besar seperti Pakistan, Afghanistan, India, Bangladesh, hingga wilayah Kashmir dan sejumlah negara lain di Timur Tengah.
Besarnya jumlah pelayat dipengaruhi oleh posisi Ayatollah Khamenei yang selama lebih dari tiga dekade menjadi pemimpin tertinggi Iran sekaligus salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia Islam Syiah.
Baca juga: Laga Tim Iran di Pertandingan Piala Dunia Dijaga Ekstra Ketat, Los Angeles Siaga Penuh
Bagi banyak pendukungnya, Khamenei tidak hanya dianggap sebagai kepala negara, tetapi juga figur religius dan simbol perlawanan Iran di tengah konflik geopolitik kawasan.
Pemerintah Iran juga menyebut antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya permintaan berbagai provinsi untuk menjadi tuan rumah acara penghormatan terakhir.
Hal itu membuat rangkaian prosesi pemakaman tidak hanya terpusat di satu kota, tetapi direncanakan berlangsung secara nasional selama beberapa hari hingga akhir bulan Dhu al-Hijjah dalam kalender Islam.
Selain faktor religius dan politik, perhatian internasional terhadap konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel turut membuat pemakaman Khamenei menjadi sorotan dunia.
Kondisi tersebut diperkirakan akan menarik kedatangan tokoh politik, ulama, serta pendukung Iran dari berbagai negara, menjadikan prosesi ini sebagai salah satu momen paling besar dan paling berpengaruh dalam sejarah modern Timur Tengah
Penundaan Pemakaman Dipicu Faktor Keamanan dan Politik
Mengutip dari New York Times, Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas pada 28 Februari dalam serangan yang menghantam kediamannya di Teheran.