5 Kali Donald Trump Memarahi Netanyahu, dari Perang Gaza hingga Konflik Iran
Sejak 2025 hingga 2026, Donald Trump beberapa kali dilaporkan memarahi Benjamin Netanyahu terkait perang Gaza, konflik Lebanon, dan nuklir Iran.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Suci BangunDS
Saat Gaza masih dibombardir setiap hari oleh Israel, Netanyahu membuka front baru dengan meningkatkan operasi militer di Lebanon, yang menewaskan lebih dari 300 orang dalam satu hari.
Trump menghubunginya pada 9 April. Sumber-sumber menyebut percakapan keduanya penuh ketegangan.
Presiden AS itu mendesak Netanyahu mengurangi serangan terhadap Hizbullah.
Menurut sumber Israel, Netanyahu memahami bahwa jika ia menolak membuka perundingan gencatan senjata langsung dengan Lebanon, Trump mungkin akan mengumumkan gencatan senjata tanpa melibatkan dirinya.
Menghadapi ancaman tersebut, Netanyahu setuju memulai perundingan.
Namun beberapa hari kemudian, Israel justru memperluas operasi daratnya di Lebanon selatan.
Hal itu menunjukkan bahwa bagi Netanyahu, menyetujui perundingan dan menghentikan operasi militer adalah dua hal yang berbeda.
Kantor Netanyahu membantah laporan mengenai percakapan tegang tersebut dan menyebutnya sebagai berita palsu.
Mei 2026
Pada Mei 2026, Trump kembali terlibat percakapan yang menegangkan dengan Netanyahu.
Trump saat itu sedang terlibat dalam negosiasi nuklir dengan Iran.
Salah satu sumber mengatakan kepada Axios bahwa Netanyahu sangat marah setelah percakapan tersebut.
Trump mengatakan kepada Netanyahu bahwa para mediator, termasuk Qatar dan Pakistan, sedang berupaya mencapai nota kesepahaman antara AS dan Iran.
Netanyahu, yang ingin melanjutkan serangan terhadap Iran untuk melemahkan kemampuan militernya, menyampaikan keraguan yang mendalam terhadap proses tersebut.
Ia bahkan disebut begitu khawatir hingga duta besar Israel di Washington memberi tahu anggota parlemen AS mengenai kekhawatiran tersebut.
Kedutaan Israel membantah laporan itu.