Hari ke-96 Perang Iran: Teheran Ancam Tinggalkan Meja Perundingan, AS Tetap Ultimatum Uranium
Iran ancam tinggalkan negosiasi jika serangan Israel berlanjut, sementara AS tetap mensyaratkan konsesi nuklir.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Bobby Wiratama
Khamenei belum pernah tampil di depan publik sejak dilaporkan mengalami luka dalam serangan AS-Israel yang menewaskan pendahulunya sekaligus ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei.
Rubio juga menegaskan Amerika Serikat tidak pernah menawarkan pencabutan sanksi sebagai imbalan atas pembukaan kembali Selat Hormuz.
Menurut Rubio, satu-satunya jalan bagi Iran untuk mendapatkan keringanan sanksi adalah dengan memberikan konsesi terkait program nuklirnya.
"Amerika Serikat hanya akan memberikan keringanan sanksi sebagai imbalan atas konsesi nuklir," tegas Rubio dalam sidang Senat.
Presiden AS, Donald Trump juga mengonfirmasi bahwa perundingan dengan Iran masih berlangsung.
Namun Trump mengakui arah pembicaraan tersebut masih belum pasti.
"Tak seorang pun tahu ke mana pembicaraan ini akan berujung," kata Trump sambil kembali mendesak Teheran segera mencapai kesepakatan.
Teheran Ancam Tinggalkan Jalur Diplomasi
Baca juga: 5 Kali Donald Trump Memarahi Netanyahu, dari Perang Gaza hingga Konflik Iran
Di sisi lain, ancaman paling serius datang dari kepala negosiator Iran Mohammad Bagher Ghalibaf.
Ghalibaf memperingatkan bahwa Teheran dapat meninggalkan meja perundingan dengan Amerika Serikat dan beralih menuju konfrontasi terbuka apabila serangan Israel di Lebanon terus berlanjut.
Peringatan itu disampaikan dalam pembicaraan dengan Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri.
Iran sebelumnya menegaskan bahwa setiap kesepakatan dengan Washington harus mencakup "gencatan senjata di semua lini", termasuk Lebanon.
Teheran menilai pelanggaran di satu front perang berarti pelanggaran terhadap keseluruhan kesepakatan.
Analis Alan Eyre mengatakan kesepakatan damai hanya dapat dicapai jika kedua pihak memperoleh keuntungan nyata.
Menurutnya, Trump membutuhkan konsesi nuklir yang cukup besar untuk menjawab kritik bahwa perang ini hanya mengembalikan situasi ke kondisi sebelum konflik pecah.
Sementara Iran membutuhkan manfaat ekonomi konkret berupa akses terhadap aset yang dibekukan atau mekanisme pendapatan baru untuk mengurangi tekanan ekonomi.