Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Hari ke-96 Perang Iran: Teheran Ancam Tinggalkan Meja Perundingan, AS Tetap Ultimatum Uranium

Iran ancam tinggalkan negosiasi jika serangan Israel berlanjut, sementara AS tetap mensyaratkan konsesi nuklir.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

CENTCOM mengungkapkan gelombang tambahan drone Iran sempat mencoba menyerang pasukan Amerika Serikat di Kuwait.

Baca juga: Senat AS Mulai Resah, Cecar Marco Rubio Soal Sanksi Iran dan Selat Hormuz

Namun seluruh serangan tersebut berhasil dicegat sistem pertahanan udara AS.

CENTCOM juga membantah klaim Iran bahwa serangan rudal dan drone berhasil menghantam markas Armada Kelima AS di Bahrain maupun pangkalan udara Amerika lainnya di kawasan.

"Pasukan AS tetap waspada dan siap mempertahankan diri dari agresi Iran yang tidak beralasan," demikian pernyataan CENTCOM.

Kritik terhadap Trump dan Netanyahu Meningkat

Di Washington, sejumlah senator Partai Demokrat melontarkan kritik keras terhadap kebijakan Presiden Trump.

Senator Chris Van Hollen menyebut kebijakan luar negeri pemerintah sebagai "bencana besar", sementara Senator Cory Booker menilai perang tersebut tidak pernah seharusnya terjadi.

Menurut Booker, penutupan Selat Hormuz justru memberi Iran pengaruh lebih besar sekaligus memicu gangguan ekonomi global yang luas.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara itu di Israel, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengumumkan program senilai 20 miliar dolar AS untuk memperkuat wilayah utara Israel dan meningkatkan keamanan di sepanjang perbatasan Lebanon.

Namun kritik terhadap Netanyahu juga semakin menguat.

Al Jazeera melaporkan sejumlah analis Israel menilai Netanyahu berusaha memperluas operasi militer di Lebanon untuk mengganggu pembicaraan AS-Iran, meski tekanan dari Washington diyakini telah memaksanya menahan sebagian rencana tersebut.

Korban Bertambah di Lebanon

Di Lebanon, Kementerian Kesehatan melaporkan sedikitnya lima orang tewas, termasuk seorang anak, dan 45 lainnya terluka akibat serangan Israel di sejumlah kota di Lebanon selatan.

Baca juga: Pemimpin Baru Iran Masih Hidup! AS Sebut Mojtaba Khamenei Aktif Kendalikan Negosiasi Via Perantara

Pasukan Israel juga dilaporkan melakukan serangan artileri ke wilayah Blat dan sekitar Dibbine.

Sebagai balasan, Hezbollah mengklaim telah melancarkan 13 serangan terhadap pasukan Israel dengan menargetkan kendaraan militer, pos komando, dan konsentrasi pasukan.

Dengan medan perang yang terus meluas dari Iran hingga Lebanon dan kawasan Teluk, serta negosiasi yang berada di titik kritis, peluang tercapainya kesepakatan damai antara Washington dan Teheran kini semakin tidak menentu.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Sesuai Minatmu
Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas