Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Merasa Dicueki Tim Negosiasi AS, Zelenskyy: Iran Nomor 1, Ukraina Cuma Nomor 2

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengungkapkan kekecewaannya karena tim negosiasi AS tak segera mengunjungi Ukraina untuk lanjutkan negosiasi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Nuryanti
zoom-in Merasa Dicueki Tim Negosiasi AS, Zelenskyy: Iran Nomor 1, Ukraina Cuma Nomor 2
Facebook The White House
TRUMP DAN ZELENSKYY - Foto diunduh dari The White House, Kamis (4/6/2026), memperlihatkan Presiden Donald Trump bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Mar-a-Lago pada 29 Desember 2025. Pada 3 Juni 2026, Zelenskyy mengungkapkan kekecewaannya karena tim negosiasi AS tak segera mengunjungi Ukraina untuk melanjutkan negosiasi dengan Rusia. 

Ringkasan Berita:
  • Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengeluhkan tim negosiasi Amerika Serikat yang hingga kini belum juga berkunjung ke Kyiv, meski komunikasi antara kedua pihak terus berlangsung.
  • Ia menilai perhatian Washington saat ini lebih tertuju pada konflik Iran sehingga isu Ukraina bukan lagi prioritas utama.
  • Zelenskyy menegaskan siap berunding langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan berharap AS serta Eropa terlibat bersama dalam proses perdamaian.

TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.562 pada Kamis (4/6/2026).

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menyatakan bahwa negaranya masih menunggu kedatangan tim negosiasi Amerika Serikat yang hingga kini belum juga berkunjung ke Kyiv.

Menurutnya, komunikasi dengan pihak Amerika terus berlangsung, namun kunjungan yang telah lama dibahas belum terealisasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Zelenskyy saat konferensi pers bersama Mark Rutte di Kyiv pada 3 Juni.

"Kami terus berhubungan dengan pihak Amerika mengenai para negosiator kami. Kami menunggu kedatangan tim negosiasi, tetapi menurut saya sudah terlalu lama. Sayangnya, saat ini kami bukan fokus utama. Saya melihat Iran menjadi isu nomor satu bagi Amerika Serikat, kemudian baru Ukraina," kata Zelenskyy, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, meningkatnya perhatian Washington terhadap konflik di Timur Tengah, terutama yang berkaitan dengan Iran, membuat proses diplomasi terkait perang Rusia-Ukraina tidak lagi menjadi prioritas utama pemerintah AS.

Ukraina Ingin AS dan Eropa Duduk Bersama di Meja Perundingan

Rekomendasi Untuk Anda

Zelenskyy menegaskan bahwa Amerika Serikat masih menjadi negara yang memiliki pengaruh paling besar untuk menekan Presiden Rusia, Vladimir Putin, agar menghentikan perang.

Karena itu, ia menilai skenario terbaik bagi Ukraina adalah melibatkan Amerika Serikat dan negara-negara Eropa secara bersamaan dalam proses perundingan damai.

"Saya benar-benar percaya bahwa format terkuat adalah Amerika Serikat bersama perwakilan Eropa. Perang ini terjadi di benua Eropa, sehingga kehadiran Eropa dalam perundingan sangat penting bagi kami," ujar Zelenskyy.

Ia juga menekankan bahwa sebagai negara yang sedang mengupayakan keanggotaan di Uni Eropa, Ukraina ingin suara negara-negara Eropa tetap memiliki peran dalam setiap keputusan yang menyangkut masa depan kawasan tersebut, lapor Suspilne.

Baca juga: Ukraina Lancarkan Serangan Drone Besar-besaran ke Rusia, Dekati Forum Ekonomi Andalan Putin

Zelenskyy Siap Berunding Langsung dengan Putin

Dalam kesempatan yang sama, Zelenskyy kembali menegaskan kesiapannya untuk melakukan pembicaraan langsung dengan Putin jika langkah tersebut dapat membantu mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun.

"Saya siap untuk bernegosiasi langsung dengan Putin demi mengakhiri perang ini. Mengapa kami harus menunggu giliran ketika konflik-konflik lain di dunia diselesaikan terlebih dahulu?" kata Zelenskyy.

Ia menegaskan bahwa mengakhiri perang tetap menjadi prioritas utama Ukraina dan karena itu Kyiv terbuka terhadap berbagai format perundingan yang dapat menghasilkan perdamaian.

Ukraina Sudah Lama Mengundang Delegasi AS

Pemerintah Ukraina sebenarnya telah berulang kali mengundang delegasi Amerika Serikat untuk datang ke Kyiv.

Pada 3 April lalu, Zelenskyy mengusulkan pertemuan tingkat teknis dengan delegasi AS sebagai alternatif dari format perundingan trilateral yang lebih sulit dilaksanakan akibat berbagai perkembangan geopolitik.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas