Jerman Gagal Masuk Dewan Keamanan PBB, 5 Negara Ini Justru Lolos
Jerman gagal masuk Dewan Keamanan PBB sebagai anggota non-tetap untuk pertama kalinya. Sedangkan Kyrgyzstan pertama kali berhasil masuk DK PBB.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Nuryanti
Ringkasan Berita:
- Majelis Umum PBB memilih Austria, Portugal, Zimbabwe, Trinidad dan Tobago, serta Kyrgyzstan sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2027–2028.
- Pemilu kali ini mencatat sejarah karena Jerman gagal terpilih untuk pertama kalinya setelah hanya memperoleh 104 suara.
- Kyrgyzstan berhasil masuk Dewan Keamanan PBB untuk pertama kalinya sejak merdeka pada 1991.
- Kelima negara tersebut akan mulai menjabat pada 1 Januari 2027 menggantikan Denmark, Yunani, Pakistan, Panama, dan Somalia.
TRIBUNNEWS.COM - Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) resmi memilih lima anggota tidak tetap baru Dewan Keamanan PBB untuk masa jabatan 2027–2028.
Dalam pemungutan suara yang berlangsung di Markas Besar PBB, New York, negara Austria, Portugal, Zimbabwe, Trinidad dan Tobago, serta Kyrgyzstan berhasil memperoleh kursi di badan paling berpengaruh dalam urusan perdamaian dan keamanan dunia tersebut.
Hasil pemilihan kali ini menjadi sorotan internasional karena untuk pertama kalinya dalam sejarah, Jerman gagal memenangkan kursi Dewan Keamanan PBB setelah kalah bersaing dengan Austria dan Portugal dalam kelompok negara Eropa Barat dan lainnya (WEOG).
Dalam pemungutan suara rahasia yang diikuti 193 negara anggota PBB, Portugal memperoleh 134 suara dan Austria meraih 131 suara, melampaui ambang batas mayoritas dua pertiga yang dibutuhkan.
Sementara itu, Jerman hanya memperoleh 104 suara sehingga tersingkir dari persaingan.
Kegagalan tersebut dianggap sebagai pukulan diplomatik bagi Kanselir Jerman, Friedrich Merz, yang sebelumnya berupaya memperkuat posisi Jerman sebagai salah satu pemain utama di panggung internasional.
Meski demikian, Merz menegaskan bahwa hasil pemungutan suara itu tidak akan mengubah komitmen negaranya di PBB.
"Kami mengajukan pencalonan dengan penuh keyakinan. Kami gagal mencapai tujuan kami. Namun hasil ini tidak mengubah tugas-tugas yang kami hadapi di PBB. Jerman tetap menjadi pilar yang dapat diandalkan dalam sistem multilateral," kata Merz, seperti dikutip Reuters.
Merz juga menyampaikan ucapan selamat kepada Austria dan Portugal serta menegaskan bahwa Jerman akan terus bekerja sama dengan kedua negara tersebut dalam berbagai agenda internasional.
Baca juga: PBB Peringatkan Seluruh Dunia untuk Hadapi El Nino dalam Waktu Dekat
Kyrgyzstan Cetak Sejarah
Di sisi lain, pemilihan kali ini menjadi momen bersejarah bagi Kyrgyzstan. Negara Asia Tengah tersebut berhasil memenangkan kursi Dewan Keamanan PBB untuk pertama kalinya sejak merdeka pada 1991 dan bergabung dengan PBB pada 1992.
Kyrgyzstan memperoleh kursi kawasan Asia-Pasifik setelah mengalahkan Filipina dalam persaingan yang berlangsung hingga empat putaran pemungutan suara.
Pada putaran pertama, Kyrgyzstan unggul dengan 105 suara berbanding 85 suara untuk Filipina.
Dukungan terus meningkat hingga akhirnya menang telak pada putaran keempat dengan perolehan 142 suara berbanding 49.
Kemenangan tersebut disambut meriah oleh delegasi Kyrgyzstan yang langsung bertepuk tangan dan merayakannya bersama para diplomat di Aula Majelis Umum PBB.
Sebelumnya, Presiden Kyrgyzstan, Sadyr Zhaparov, pernah menyerukan agar negara-negara yang belum pernah terwakili di Dewan Keamanan diberikan kesempatan lebih besar untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan global.