Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Trump Sesumbar, AS Bisa Ambil Uranium Iran Tanpa Perjanjian

Presiden AS Donald Trump mengatakan AS bisa mengambil uranium Iran tanpa perjanjian, tapi menegaskan AS memilih jalur diplomasi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Trump Sesumbar, AS Bisa Ambil Uranium Iran Tanpa Perjanjian
Facebook The White House
PRESIDEN AS TRUMP - Foto diambil dari Facebook The White House, memperlihatkan Presiden AS Donald Trump dalam unggahan Gedung Putih pada Selasa (19/5/2026). Pada 4 Juni 2026, Trump mengatakan AS bisa mengambil uranium Iran tanpa perjanjian, tapi menegaskan AS memilih jalur diplomasi. 

Sebagai balasan atas serangan yang diterimanya, Iran melancarkan serangkaian serangan terhadap sasaran di Israel dan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Teheran juga meningkatkan pengamanan di Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi salah satu pusat lalu lintas perdagangan energi dunia.

Setelah hampir 40 hari berlangsung, konflik mulai menunjukkan tanda-tanda mereda dengan tercapainya kesepakatan gencatan senjata sementara pada 8 April 2026. Kesepakatan tersebut tercapai berkat upaya mediasi yang dilakukan Pakistan.

Meski demikian, berakhirnya pertempuran tidak serta-merta mengakhiri seluruh persoalan. Program pengayaan uranium Iran serta pengaturan keamanan dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz masih menjadi isu utama yang belum menemukan penyelesaian final.

Untuk menjaga keberlangsungan proses diplomatik, Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi kembali melakukan kunjungan ke Teheran guna melanjutkan peran negaranya sebagai mediator. Di saat yang sama, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa situasi tetap sensitif dan opsi militer masih terbuka apabila perundingan tidak menghasilkan kemajuan yang diharapkan.

Selain Pakistan, negara-negara seperti Oman dan Qatar juga aktif membantu menjembatani komunikasi antara Washington dan Teheran.

Negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran masih berlangsung, tetapi belum menghasilkan kesepakatan final. Isu utama yang masih diperdebatkan meliputi program nuklir Iran, cadangan uranium yang diperkaya, pembukaan Selat Hormuz, serta pencabutan sanksi dan pencairan aset Iran yang dibekukan.

Presiden Donald Trump menyatakan tetap mengutamakan jalur diplomasi, meski menegaskan Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Sementara itu, Iran mengakui ada kemajuan dalam pembahasan, namun sejumlah perbedaan penting masih belum terselesaikan. Meski proses berjalan lambat, kedua pihak masih membuka peluang untuk mencapai kesepakatan damai.

Rekomendasi Untuk Anda

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Sesuai Minatmu
Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas