Tim Negosiasi AS untuk Perang Iran Diam-diam Bertemu Pakar Nuklir, Bahas Apa?
Tim negosiasi Amerika Serikat (AS) yang berfokus untuk perdamaian Iran secara diam-diam bertemu dengan pakar nuklir.
Penulis:
Whiesa Daniswara
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
Ringkasan Berita:
- Tim negosiasi Presiden AS Donald Trump untuk perang Iran, Steve Witkoff dan Jared Kushner secara diam-diam bertemu pakar nuklir di Tennessee, Kamis (4/6/2026).
- Dalam sebuah laporan, Witkoff dan Kushner mengunjungi Laboratorium Nasional Oak Ridge, sebuah fasilitas riset militer dan energi rahasia milik Departemen Energi AS.
- Langkah ini dinilai sebagai persiapan logistik dan teknis paling konkret sejauh ini di tengah kabar bahwa AS dan Iran tengah mematangkan MoU perdamaian.
TRIBUNNEWS.COM - Tim negosiasi Amerika Serikat (AS) untuk perang Iran, Steve Witkoff dan Jared Kushner, diam-diam bertemu dengan pakar nuklir di Tennessee, Kamis (4/6/2026).
Berdasarkan laporan eksklusif Axios yang dikutip pada Sabtu (6/6/2026), Witkoff dan Kushner mengunjungi Laboratorium Nasional Oak Ridge — sebuah fasilitas riset militer dan energi rahasia milik Departemen Energi AS yang legendaris sejak era Proyek Manhattan.
Langkah ini dinilai sebagai persiapan logistik dan teknis paling konkret sejauh ini di tengah kabar bahwa AS dan Iran tengah mematangkan nota kesepahaman (MoU) perdamaian.
Seorang pejabat senior pemerintahan AS membenarkan adanya pertemuan tertutup tersebut.
Kendati demikian, ia buru-buru menegaskan bahwa kehadiran para utusan di laboratorium nuklir itu bukan jaminan mutlak gencatan senjata akan otomatis ditandatangani.
"Pertemuan di Oak Ridge ini tidak berarti bahwa kesepakatan pasti akan terjadi."
"Namun, ini adalah indikator kuat bahwa negosiasi telah memasuki fase yang sangat serius dan krusial."
"Peluang keberhasilannya cukup besar, dan Gedung Putih tidak ingin tidak siap ketika saat itu tiba," ujar pejabat yang menolak disebutkan identitasnya tersebut.
Laboratorium Nasional Oak Ridge dipilih bukan tanpa alasan.
Fasilitas ini merupakan pusat dari para ilmuwan dan spesialis tercanggih di dunia dalam hal pemrosesan elemen uranium serta teknologi sentrifugasi nuklir.
Sepanjang sejarah diplomasi AS, fasilitas di Tennessee ini kerap dijadikan pos transit sekaligus pusat pelucutan material nuklir berbahaya yang disita dari negara luar, seperti kasus penanganan nuklir Kazakhstan dan Libya di masa lalu.
Baca juga: Balas Serangan AS, Iran Lepaskan 7 Rudal Balistik ke Kuwait dan Bahrain
Gedung Putih dilaporkan telah menyaring sekitar 100 pakar nuklir terbaik dari laboratorium tersebut.
Mereka diorganisasikan ke dalam satu gugus tugas khusus.
Tugas utama mereka nantinya adalah merancang skema verifikasi kepatuhan, menyusun protokol penurunan kadar pengayaan materi nuklir, hingga tata cara pembuangan yang aman jika Iran sepakat memangkas programnya.
Beberapa dari pakar ini juga dikabarkan baru saja sukses menyelesaikan operasi pemindahan uranium dari Venezuela ke South Carolina baru-baru ini.