Perang Iran Hari ke-101: Ledakan Guncang Teheran, Rudal Balasan Mengarah ke Israel
Ledakan mengguncang Teheran dan Isfahan, rudal balasan kembali meluncur ke Israelsaat perang Iran memasuki hari ke-101, Senin (8/6/2026).
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Nuryanti
Ringkasan Berita:
- Perang AS-Israel terhadap Iran memasuki hari ke-101 dengan meningkatnya serangan balasan antara Iran dan Israel.
- Ledakan besar dilaporkan mengguncang Teheran, Isfahan, dan Tabriz, sementara Korps Garda Revolusi Iran meluncurkan rudal ke pangkalan udara Israel.
- Di tengah memburuknya situasi keamanan, berbagai upaya diplomasi internasional kembali digencarkan untuk mencegah runtuhnya gencatan senjata yang telah rapuh sejak April lalu.
TRIBUNNEWS.COM - Perang Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran memasuki hari ke-101 pada Senin (8/6/2026) dengan eskalasi baru yang memicu kekhawatiran internasional.
Setelah beberapa pekan relatif mereda di bawah gencatan senjata yang mulai berlaku sejak 8 April, kedua pihak kini kembali saling melancarkan serangan yang memperbesar risiko pecahnya konflik berskala lebih luas di Timur Tengah.
Dilansir Al Jazeera, sedikitnya dua ledakan besar terdengar di ibu kota Iran, Teheran, pada Senin pagi waktu setempat.
Ledakan juga dilaporkan terjadi di kota Isfahan dan Tabriz, memicu kepanikan warga serta meningkatkan status siaga di sejumlah wilayah strategis Iran.
Militer Israel mengonfirmasi pihaknya sedang menyerang target-target militer di Iran bagian tengah dan barat.
Teheran Diguncang Ledakan
Kantor berita resmi Iran, IRNA, melaporkan sedikitnya dua ledakan dahsyat terdengar di Teheran.
Selain itu, tiga ledakan juga terdengar di Isfahan, sementara laporan terpisah menyebut suara ledakan turut mengguncang Tabriz.
Peningkatan aktivitas militer tersebut terjadi ketika ketegangan antara Teheran dan Tel Aviv kembali memanas setelah beberapa insiden dalam beberapa hari terakhir.
Baca juga: IRGC Iran Luncurkan Operasi Nasr Serang Israel: Houthi Blokade Laut Merah, AS Minta Tel Aviv Sabar
Di Provinsi Khuzestan, seorang pejabat keamanan yang dikutip kantor berita Fars mengatakan Israel juga menyerang fasilitas Perusahaan Petrokimia Karun di Mahshahr.
Militer Israel mengakui telah menyerang kompleks industri tersebut.
Pihak pengelola Kawasan Ekonomi Khusus Petrokimia Mahshahr menyatakan seluruh pekerja telah dievakuasi setelah serangan berlangsung.
Sebagai langkah antisipasi, Bulan Sabit Merah Iran mengumumkan status siaga penuh untuk merespons kemungkinan dampak lanjutan serangan di berbagai wilayah.
Iran Balas Serang Pangkalan Udara Israel
Di tengah serangan yang menghantam wilayahnya, Iran meluncurkan serangan balasan ke Israel.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menargetkan Pangkalan Udara Nevatim dan Tel Nof menggunakan rudal sebagai respons atas serangan terhadap fasilitas radar di Iran.
Kedua pangkalan tersebut merupakan bagian penting dari infrastruktur militer Israel.
Militer Israel sebelumnya mengeluarkan serangkaian peringatan kepada warga setelah mendeteksi gelombang rudal yang ditembakkan dari Iran menuju wilayah Israel.
Media Israel Channel 12 dan Ynet News juga melaporkan sebuah rudal yang ditembakkan dari Yaman berhasil dicegat sistem pertahanan udara.
Sementara itu, kabinet keamanan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dijadwalkan menggelar rapat darurat untuk membahas perkembangan terbaru konflik.
Ledakan Juga Terdengar di Beirut
Baca juga: Perang Pecah Lagi, Israel Bombardir Pabrik Petrokimia Iran Meski Trump Dorong Gencatan Senjata
Dampak ketegangan terbaru tidak hanya dirasakan di Iran dan Israel.
Suara ledakan turut terdengar di Beirut, Lebanon, pada Senin dini hari.
Koresponden Al Jazeera, Zeina Khodr melaporkan ledakan tersebut kemungkinan berasal dari upaya pencegatan roket di udara.
Sebelumnya, Israel menyerang kawasan pinggiran Beirut pada Minggu (7/6/2026).
Iran menilai serangan tersebut telah melewati garis merah dan merupakan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang berlaku antara Israel dan Lebanon.
Teheran kemudian menyebut serangan rudalnya ke wilayah Israel utara sebagai respons atas serangan tersebut.
Upaya Diplomasi Kembali Diuji
Di tengah meningkatnya eskalasi, berbagai negara kembali menyerukan penahanan diri.
Kementerian Luar Negeri Kanada menyampaikan kekhawatiran atas kembalinya konflik terbuka antara Iran dan Israel.
Ottawa menilai perkembangan terbaru dapat mengganggu proses negosiasi yang sedang berlangsung dan memperkecil peluang tercapainya perdamaian.
Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud juga melakukan pembicaraan telepon dengan Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani untuk membahas situasi terkini.
Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi juga melakukan komunikasi dengan Qatar terkait upaya mediasi antara Teheran dan Washington.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.