Trump Pastikan Pilot Selamat, tapi Penyebab Jatuhnya Apache AS di Dekat Selat Hormuz Masih Teka-Teki
Apache tempur AS jatuh misterius di Selat Hormuz dekat Iran. Trump pastikan pilot selamat, dunia khawatir konflik Timur Tengah memanas lagi.
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Nuryanti
Helikopter ini dipersenjatai rudal Hellfire, meriam otomatis, serta sistem pengintaian modern yang mampu menyerang target darat maupun udara.
Dalam konflik terbaru di Timur Tengah, Apache digunakan untuk mencegah serangan drone, menghalau kapal kecil bersenjata, dan mengawasi pergerakan militer Iran di sekitar Teluk Persia.
Namun dalam beberapa pekan terakhir, operasi Apache disebut semakin mendekati wilayah sensitif milik Iran, termasuk pulau-pulau strategis yang berada di Selat Hormuz dan Teluk Persia.
Jika terbukti ditembak jatuh, maka insiden ini akan menjadi kehilangan pertama helikopter Apache milik AS sejak konflik Iran-Israel memanas pada Februari lalu.
AS dan Iran Saling Blokade di Laut
Pasca insiden tersebut terjadi Amerika Serikat memberlakukan blokade terhadap Iran pada 13 April lalu.
Kebijakan tersebut melarang kapal-kapal komersial keluar maupun masuk ke pelabuhan Iran sebagai bagian dari tekanan ekonomi dan militer terhadap Teheran.
Sejak blokade diberlakukan, kapal perang Amerika Serikat dilaporkan telah menghalau sedikitnya 134 kapal di kawasan Teluk dan Selat Hormuz.
Komando Pusat AS juga menyebut pihaknya telah menonaktifkan tujuh kapal lain yang dianggap mengabaikan peringatan militer untuk berbalik arah.
Salah satu insiden terbaru melibatkan kapal tanker minyak berbendera Palau yang disebut sedang menuju Iran melalui Teluk Oman pada 8 Juni lalu.
Situasi yang semakin memanas itu kini memicu kekhawatiran dunia internasional, terutama setelah helikopter tempur Apache milik AS jatuh di dekat Selat Hormuz.
Insiden tersebut dinilai berpotensi memperburuk konflik di Timur Tengah karena kawasan Teluk selama ini menjadi jalur vital perdagangan energi dunia.
Gangguan keamanan di wilayah tersebut dikhawatirkan dapat mempengaruhi stabilitas harga minyak global serta menghambat distribusi energi internasional.
Meski Presiden Donald Trump memastikan kedua pilot helikopter selamat, jatuhnya Apache AS tetap menjadi perhatian besar dunia karena terjadi di tengah hubungan Washington dan Teheran yang masih sangat tegang.
Hingga kini, dunia internasional masih menunggu hasil investigasi resmi terkait penyebab jatuhnya helikopter tempur Amerika Serikat tersebut.
(Tribunnews.com / Namira)