NASA Umumkan 4 Astronot yang Akan Diberangkatkan di Misi Artemis III
Misi Artemis III adalah program NASA yang bertujuan mengirimkan empat astronot ke orbit Bumi untuk menguji coba wahana pendaratan di Bulan ke depan
Penulis:
Bobby W
Editor:
Endra Kurniawan
Teknisi jebolan Laboratorium Fisika Terapan Universitas Johns Hopkins ini sebelumnya bertugas sebagai kru cadangan di misi Artemis II.
Selain keempat astronot tersebut, Bob Hines juga akan ikut menjalani pelatihan bersama kru sebagai anggota cadangan.
Andre Douglas selaku salah satu astronot yang terpilih mengaku sangat antusias akan misi Artemis III, meski perannya sebagai kru cadangan sebelumnya cukup memberinya tantangan tersendiri.
"Sulit untuk mencari tahu bagaimana Anda menyeimbangkan persiapan untuk pergi, tidak pergi, semua hal itu," ungkap Douglas. "Tetapi untuk pergi sekarang sungguh fantastis."
Perubahan Rencana Artemis III
Misi Artemis III diperkirakan akan berlangsung selama kurang lebih dua minggu.
Tujuan akhir dari seluruh program Artemis ini adalah untuk membangun kehadiran manusia yang berkelanjutan di bulan.
Sebagai bukti keseriusannya, NASA bahkan telah mengumumkan rencana untuk menggelontorkan dana sebesar 20 miliar dolar AS, atau setara dengan 357 triliun rupiah, guna membangun pangkalan di permukaan bulan.
Pada rencana awalnya, NASA ingin langsung mendaratkan astronot di bulan melalui misi Artemis III.
Namun, Administrator NASA Jared Isaacman memutuskan untuk merombak program tersebut tahun ini.
Baca juga: NASA hendak bangun pangkalan permanen di Bulan – Persaingan antariksa AS dan China
Fokus Artemis III kini dialihkan untuk tetap berada di sekitar orbit Bumi guna menguji kelancaran operasi pertemuan dan penyandaran (docking) dengan wahana pendarat komersial.
Manuver uji coba ini menjadi sangat esensial karena ke depannya, kapsul Orion harus dapat bertemu dan menyandar dengan mulus pada wahana pendarat di orbit bulan, sebelum wahana tersebut membawa kru turun ke permukaan bulan.
"Setiap aspek Artemis III akan memberi kami wawasan tentang cara menyempurnakan rencana kami untuk Artemis IV," jelas Parsons.
"Misi ini sengaja dirancang untuk mengambil risiko yang telah diperhitungkan, sehingga kru di masa depan akan lebih aman dan pada akhirnya berhasil ketika kita menjejakkan kaki di permukaan bulan." sambungnya.
Jika berjalan sesuai rencana, AS berpotensi mencetak sejarah dengan mendarat kembali di bulan setelah lebih dari 50 tahun, dan mendahului China yang menargetkan pendaratan di bulan pada tahun 2030.
"Keberhasilan dan kegagalan diukur dalam hitungan bulan," ujar Isaacman.