Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Operasi Nasr IRGC Kirim Sinyal Baru: Iran Kini Siap Hadapi Israel Secara Langsung

Iran kini mengadopsi doktrin baru yang menganggap serangan terhadap proksi mereka, termasuk Hizbullah Lebanon, sebagai serangan langsung ke mereka.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Operasi Nasr IRGC Kirim Sinyal Baru: Iran Kini Siap Hadapi Israel Secara Langsung
HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni
KENA RUDAL IRAN - Asap mengepul dari kompleks kilang minyak Haifa menyusul serangan serentak oleh Iran dan Hizbullah hari ini. 

Sejumlah pejabat Iran menegaskan bahwa negara itu tidak lagi hanya mempertahankan wilayah kedaulatannya, tetapi juga melindungi kepentingan strategis yang berada di luar perbatasan nasional.

Dengan kata lain, keamanan Hizbullah di Lebanon kini dipandang sebagai bagian dari keamanan nasional Iran sendiri.

Pendekatan tersebut mencerminkan transformasi dari strategi defensif menuju strategi yang lebih aktif dan ofensif.

RUDAL IRAN - Peluncuran rudal balistik Qassem-Basir milik Iran. (PressTV)
RUDAL IRAN - Peluncuran rudal balistik Qassem-Basir milik Iran. (PressTV) (tangkapan layar)
Pesan Politik di Balik Serangan

Operasi Nasr dipandang membawa beberapa pesan strategis.

Pertama, Iran ingin menegaskan bahwa Hizbullah memiliki posisi penting dalam arsitektur keamanan dan pengaruh regional Teheran. 

Kelompok tersebut bukan sekadar sekutu yang dapat dikorbankan dalam proses diplomasi.

Kedua, Iran ingin menunjukkan bahwa operasi militer Israel di Lebanon tidak dapat dipisahkan dari negosiasi yang sedang berlangsung antara Teheran dan Washington.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut pandangan Iran, sulit membahas perdamaian jika sekutunya terus menjadi sasaran serangan.

Ketiga, serangan tersebut juga dimaksudkan untuk membantah anggapan bahwa kemampuan militer Iran telah melemah akibat konflik berkepanjangan dengan Israel dan tekanan dari Amerika Serikat.

Beberapa media Israel bahkan mengakui bahwa ancaman Iran terhadap serangan lanjutan bukan sekadar retorika politik.

Diplomasi dan Tekanan Militer Berjalan Bersamaan

Operasi Nasr juga memperlihatkan bahwa Iran mulai memadukan tekanan militer dengan strategi diplomasi.

Pernyataan sejumlah pejabat Iran menegaskan bahwa selama belum ada kemauan nyata untuk membangun kepercayaan, respons militer akan tetap menjadi salah satu pilihan.

Pendekatan ini dinilai sebagai upaya meningkatkan posisi tawar Teheran dalam negosiasi yang saat ini mengalami kebuntuan.

Sejak gencatan senjata diberlakukan, Iran berulang kali menuduh Amerika Serikat dan Israel melakukan pelanggaran. Di sisi lain, Israel menilai langkah-langkah yang diambilnya merupakan bagian dari kebutuhan menjaga keamanan nasional.

Perbedaan persepsi tersebut membuat jalur diplomasi berjalan di bawah bayang-bayang eskalasi militer.

Makna bagi Keseimbangan Kawasan
Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas