AS Serang Lagi Iran, Harga Minyak Tembus 95 Dolar AS per Barel, Ekonomi Dunia Terancam
Bagi Indonesia, situasi tersebut memiliki arti penting, sebagai negara yang masih bergantung pada impor minyak mentah
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Sementara itu, Iran membantah klaim bahwa mereka telah menghubungi Trump untuk meminta penghentian serangan dan menegaskan akan memberikan balasan terhadap setiap tindakan militer AS.
Apa Dampaknya Bagi Indonesia?
Perkembangan ini menjadi perhatian banyak negara karena bukan hanya menyangkut keamanan kawasan Timur Tengah, tetapi juga stabilitas ekonomi dunia.
Bagi Indonesia, situasi tersebut memiliki arti penting. Sebagai negara yang masih bergantung pada impor minyak mentah dan bahan bakar, kenaikan harga minyak dunia berpotensi meningkatkan biaya energi di dalam negeri.
Jika konflik berlangsung lebih lama dan pasokan global terganggu, tekanan terhadap harga BBM non-subsidi, biaya logistik, hingga tarif transportasi dapat semakin besar.
Selain itu, gejolak di Selat Hormuz juga menjadi perhatian sektor pelayaran dan penerbangan internasional.
Jalur tersebut merupakan salah satu titik strategis perdagangan dunia. Gangguan distribusi energi dari kawasan itu dapat berdampak pada rantai pasok global, termasuk biaya pengiriman barang ke berbagai negara, termasuk Indonesia.
Hingga saat ini, belum ada kepastian apakah kedua pihak akan kembali ke meja perundingan atau justru meningkatkan operasi militernya.
Namun, pasar dunia tampaknya telah mengantisipasi bahwa konflik AS-Iran akan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan arah harga energi dan kondisi ekonomi global dalam waktu dekat.
(oln/rt/wn/*)