Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Trump: AS akan Bombardir Iran Malam Ini dan Rebut Pulau Kharg, Pusat Minyak Iran

Presiden AS Donald Trump mengancam akan membombardir Iran malam ini dan berupaya merebut Pulau Kharg dalam waktu dekat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Trump: AS akan Bombardir Iran Malam Ini dan Rebut Pulau Kharg, Pusat Minyak Iran
Facebook The White House
PULAU KHARG IRAN - Kolase tangkapan layar citra satelit Airbus dan foto Trump dari The White House, diunduh Kamis (11/6/2026) memperlihatkan pemandangan satelit dari ketinggian Pulau Kharg, Iran. Menampilkan terminal minyak industri, tangki penyimpanan, dan infrastruktur pesisir yang dikelilingi oleh Teluk Persia yang biru tua dan terumbu karang berwarna pirus. 

Ringkasan Berita:
  • Presiden AS Donald Trump menyatakan militer AS akan melancarkan serangan besar ke Iran dan berupaya merebut Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran.
  • Menurut Trump, penguasaan Pulau Kharg dapat melemahkan ekspor energi Teheran dan memperkuat posisi AS di kawasan.
  • Rusia dan Arab Saudi sama-sama menyerukan deeskalasi serta mendorong kelanjutan negosiasi antara Washington dan Teheran.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden AS Donald Trump mengatakan militernya akan melancarkan serangan dahsyat ke Iran pada malam ini.

Trump mengungkapkan AS akan merebut Pulau Kharg Iran, sebuah pulau kecil milik Iran yang terletak di bagian utara Teluk Persia, sekitar 55 kilometer dari pelabuhan Bushehr.

Meski ukurannya tidak besar, pulau ini memiliki peran yang sangat penting bagi perekonomian Iran karena menjadi pusat utama ekspor minyak negara tersebut.

"Kita akan melancarkan serangan dahsyat terhadap Iran malam ini," kata Trump, Kamis (11/6/2026).

Presiden AS mengungkapkan tujuannya untuk merebut infrastruktur minyak Iran seperti apa yang ia lakukan terhadap Venezuela.

"Dalam waktu dekat, kita akan merebut Pulau Kharg Iran dan infrastruktur minyak lainnya, dan kita akan sepenuhnya mengendalikan pasar minyak dan gas mereka, seperti yang telah kita lakukan dengan Venezuela," lanjutnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Trump mengatakan Iran telah kehilangan angkatan laut, angkatan udara, radar, semua pertahanan lainnya, dan sebagian besar kemampuan ofensifnya.

Sebelumnya, AS melancarkan serangan ke Kharg, dengan Trump mengatakan pasukan AS telah "menghancurkan sepenuhnya" setiap target militer di sana pada 13 Maret.

CNN melaporkan AS menahan diri untuk tidak menargetkan infrastruktur minyak pulau itu, tetapi presiden memperingatkan kemungkinan tindakan Amerika lebih lanjut.

Menguasai Pulau Kharg dapat mencekik ekspor minyak Iran dan menyediakan platform bagi militer AS untuk melakukan serangan terhadap daratan utama.

Baca juga: Trump Ancam Iran: Tandatangani Perjanjian atau Kami Bom Lagi Sampai Hancur

AS kemungkinan dapat menggunakan pulau itu sebagai alat tawar-menawar untuk memaksa Iran agar tetap membuka Selat Hormuz.

Namun, para analis memperingatkan hal itu bisa menjadi tantangan dan pasukan pendaratan AS harus bergerak dalam jarak yang cukup jauh, baik melalui kapal angkatan laut maupun pasukan udara.

Rusia dan Arab Saudi Serukan Deeskalasi

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyampaikan keprihatinan Rusia atas eskalasi baru antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Rusia menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan kembali ke jalur negosiasi.

"Kami prihatin tentang hal ini, dan kami menyerukan kepada semua pihak yang terlibat dalam konflik ini untuk menahan diri dan kembali ke jalur negosiasi," kata Dmitry Peskov dalam konferensi pers, Kamis (11/6/2026).

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas