5 Populer Internasional: Perang Informasi AS dan Iran - Pipa Raksasa Misterius di Pantai Jepang
AS melanjutkan serangan udara ke Iran, sementara Menhan Pete Hegseth menegaskan pendekatan “bernegosiasi dengan bom.”
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Endra Kurniawan
Iran Bantah Klaim Trump
Namun pasca pernyataan tersebut mencuat, teheran membantah keras pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut bahwa pejabat Iran meminta Washington menghentikan serangan militer.
5. Puluhan Ribu Warga Sempat Kehilangan Air Bersih, Iran Tuding AS Lakukan Kejahatan Perang
Pemerintah Iran menyatakan pasokan air bersih di sejumlah wilayah selatan negara itu telah kembali normal setelah fasilitas penampungan air mengalami kerusakan akibat serangan Amerika Serikat (AS).
Menurut laporan media pemerintah Iran, perbaikan berhasil diselesaikan dalam waktu kurang dari 12 jam sehingga distribusi air ke Kota Kouhestak dan sejumlah desa di Distrik Bemani dapat kembali berjalan.
Sebelumnya, dua reservoir air di Kota Sirik dilaporkan menjadi sasaran serangan yang terjadi di tengah memanasnya konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Akibat insiden tersebut, hampir 20.000 warga sempat kehilangan akses terhadap air minum.
Pemerintah AS menyatakan operasi militer itu dilakukan sebagai respons atas jatuhnya helikopter tempur Apache milik Angkatan Darat AS di kawasan Teluk.
Namun, Iran menolak alasan tersebut dan menyebutnya sebagai dalih yang tidak berdasar.
Sebagai balasan, Teheran meluncurkan serangan rudal dan drone ke sejumlah pangkalan militer AS di Bahrain, Yordania, dan Kuwait.
(Tribunnews.com)