5 Populer Internasional: Perang Informasi AS dan Iran - Pipa Raksasa Misterius di Pantai Jepang
AS melanjutkan serangan udara ke Iran, sementara Menhan Pete Hegseth menegaskan pendekatan “bernegosiasi dengan bom.”
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Endra Kurniawan
Pemerintah Prefektur Ishikawa mengungkapkan bahwa benda tersebut merupakan pipa apung (floating hose) yang digunakan untuk pekerjaan pengerukan dasar laut (dredging). Pipa tersebut ditemukan terdampar di pantai Saikai Kazanashi, Kota Shika.
Dengan panjang sekitar 150 meter, diameter sekitar 2 meter, dan berat diperkirakan mencapai 300 ton, benda itu menjadi salah satu sampah laut terbesar yang pernah ditemukan di wilayah Jepang.
"Rasanya seperti melihat film science fiction," ujar salah seorang warga Ishikawa lainnya.
Warga lainnya menggambarkan benda tersebut sebagai "ular hitam raksasa" yang muncul dari laut.
Diduga Berasal dari China
Menurut hasil investigasi pemerintah daerah, pada badan pipa ditemukan tulisan berbahasa Inggris, nomor seri, serta nama perusahaan pembuatnya.
Penyelidikan menunjukkan bahwa pipa tersebut diproduksi oleh perusahaan China, Zebung.
Pemerintah Prefektur Ishikawa telah menghubungi perusahaan tersebut dan mengirimkan foto-foto pipa untuk membantu pelacakan asal-usulnya. Namun hingga kini identitas pemilik maupun lokasi terakhir penggunaan pipa tersebut belum diketahui.
4. Trump Klaim Iran Minta Ampun Hentikan Perang, Teheran: Fitnah! AS Diam-diam Siapkan Serangan Balasan
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah Presiden AS Donald Trump mengklaim para pejabat Iran meminta Washington menghentikan serangan udara terhadap Teheran.
Dalam wawancara dengan Fox News pada Kamis (11/6/2026), Trump mengatakan dirinya telah berbicara langsung dengan pejabat Iran yang disebut meminta Amerika Serikat menghentikan pemboman terhadap wilayah Iran.
Trump bahkan menyebut serangan terbaru Amerika Serikat kemungkinan akan segera berakhir, meski tetap membuka peluang adanya serangan lanjutan apabila situasi kembali memanas.
“Pejabat Iran meminta saya menghentikan pengeboman,” ujar Trump dalam wawancara tersebut.
Meski demikian, Trump menegaskan jet tempur Amerika Serikat masih terus beroperasi di wilayah udara Iran dan Washington tetap memiliki hak untuk kembali menyerang jika diperlukan.
Trump juga mengatakan Israel tidak terlibat dalam serangan terbaru yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Iran.