Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Ukraina Lumpuhkan 'Jalan Raya Kematian' Rusia, Jalur Logistik Krimea Terancam Kolaps

Militer Ukraina luncurkan serangan ke salah satu jalur logistik menghubungkan Rusia dan Krimea. Ini adalah serangan lanjutan pada beberapa hari ini.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Ukraina Lumpuhkan 'Jalan Raya Kematian' Rusia, Jalur Logistik Krimea Terancam Kolaps
Angkatan Darat Ukraina/Instagram Volodymyr Zelensky
TENTARA UKRAINA - Potret tentara Ukraina yang diunggah Presiden Volodymyr Zelensky di akun Instagram resminya, 27 Februari 2025. - Pada 11 Juni 2026, militer Ukraina luncurkan serangan ke salah satu jalur logistik menghubungkan Rusia dan Krimea. Ini adalah serangan lanjutan pada beberapa hari ini. 
Memuat video…

Ringkasan Berita:
  • Ukraina mengklaim berhasil melumpuhkan jalur logistik utama Rusia di R-280 yang menghubungkan Rostov-on-Don dengan wilayah pendudukan di Ukraina selatan dan Krimea.
  • Menurut komandan drone Ukraina Robert Brovdi, serangan intensif telah mengurangi lalu lintas logistik militer Rusia hingga 71 persen dalam dua pekan terakhir.
  • Ukraina juga menyerang Jembatan Chonhar dan kota Armiansk, merusak jalur pasokan penting serta menghancurkan truk bahan bakar dan amunisi Rusia.

TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.570 pada Jumat (12/6/2026).

Militer Ukraina mengklaim berhasil melumpuhkan salah satu jalur logistik terpenting Rusia yang dikenal sebagai "Jalan Raya Kematian".

Jalur R-280 merupakan rute vital yang menghubungkan Kota Rostov-on-Don di Rusia dengan wilayah-wilayah pendudukan Rusia di Ukraina selatan, termasuk Melitopol, Mariupol, dan Krimea.

Menurut komandan pasukan drone Ukraina, Robert Brovdi, operasi yang disebut "kampanye serangan tengah" berhasil menurunkan lalu lintas logistik militer Rusia hingga 71 persen dalam dua pekan terakhir.

Puluhan truk pengangkut amunisi, kendaraan logistik, dan tanker bahan bakar dilaporkan hancur akibat serangan drone yang terus-menerus.

Serangan juga menghantam Jembatan Chonhar, salah satu penghubung utama antara wilayah Kherson yang diduduki Rusia dengan Krimea.

Rekomendasi Untuk Anda

Komandan Ukraina, Dmytro Filatov menyebut kerusakan pada jembatan tersebut telah mencapai tingkat "kritis" sehingga lalu lintas kendaraan terpaksa dihentikan.

Selain itu, Ukraina juga menyerang Kota Armiansk yang menjadi pintu masuk darat utama menuju Krimea, menghancurkan sejumlah truk pengangkut bahan bakar dan amunisi Rusia.

Serangan-serangan tersebut menunjukkan perubahan strategi Ukraina yang kini semakin fokus menyerang logistik dan rantai pasokan Rusia dibanding sekadar garis depan pertempuran, lapor Suspilne.

Baca juga: Ukraina Tuduh Rusia Rekrut Gadis 17 Tahun untuk Bunuh Tentara

E3 Desak Rusia-Ukraina Duduk Semeja, Moskow Diminta Segera Gelar Negosiasi Langsung

Para duta besar Inggris, Prancis, dan Jerman untuk Rusia menyerukan dimulainya kembali pembicaraan langsung antara Moskow dan Kyiv dalam pertemuan langka dengan Kementerian Luar Negeri Rusia pada Kamis (11/6/2026).

Langkah tersebut muncul setelah para pemimpin tiga negara Eropa yang tergabung dalam kelompok E3 bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di London awal pekan ini.

Dalam pernyataan bersama, ketiga negara menyampaikan dukungan terhadap seruan Zelenskyy agar Rusia dan Ukraina kembali menggelar negosiasi langsung guna mencari jalan keluar dari perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun.

Pertemuan ini tergolong tidak biasa karena sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, komunikasi tingkat tinggi antara diplomat Eropa dan pejabat Rusia sangat terbatas.

Namun Rusia menanggapi dingin usulan tersebut. Moskow justru menuduh negara-negara Eropa menjalankan kebijakan "destruktif" terhadap konflik Ukraina dan berusaha memperpanjang perang demi kepentingan geopolitik mereka.

Di tengah mandeknya upaya mediasi yang dipimpin Amerika Serikat serta meningkatnya perhatian dunia terhadap konflik AS-Iran, Eropa kini mencoba mengambil peran lebih besar dalam mendorong proses perdamaian.

Krisis Bensin di Krimea, SPBU Tutup dan Antrean Mengular Setelah Serangan Ukraina

Sesuai Minatmu
Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas