Jelang KTT G7, PM Kanada Mulai Lunakkan Kritik terhadap Trump
Perdana Menteri Kanada Mark Carney diperkirakan akan lebih berhati-hati dalam mengkritik Donald Trump menjelang KTT G7.
Editor:
Tiara Shelavie
Ringkasan Berita:
- Perdana Menteri Kanada Mark Carney diperkirakan akan lebih berhati-hati dalam mengkritik Donald Trump menjelang KTT G7.
- Sikap tersebut terkait peninjauan perjanjian perdagangan USMCA yang sangat penting bagi ekonomi Kanada karena sebagian besar ekspornya menuju Amerika Serikat.
- Di tengah hubungan yang semakin tegang, Kanada juga berupaya memperluas perdagangan dengan negara lain untuk mengurangi ketergantungan pada AS.
TRIBUNNEWS.COM - Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, sempat menjadi simbol perlawanan negara-negara menengah terhadap kekuatan besar dunia setelah pidatonya yang mendapat banyak pujian awal tahun ini.
Namun, menjelang KTT G7 di Eropa, ia diperkirakan akan lebih berhati-hati dalam mengkritik Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Mengutip Associated Press, pidato Carney di World Economic Forum 2026 di Davos, Swiss, pada Januari lalu membuatnya menjadi sorotan internasional. Dalam pidatonya, ia menyatakan bahwa tatanan dunia berbasis aturan global telah berakhir dan mengecam tindakan negara-negara besar yang menekan negara lebih kecil. Pernyataan tersebut mendapat perhatian luas dan bahkan dianggap mampu mengalihkan sorotan dari Trump pada acara tersebut.
Namun, situasinya kini berbeda. KTT G7 negara-negara industri maju yang dimulai Senin di Prancis berlangsung menjelang peninjauan perjanjian perdagangan Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA) pada 1 Juli mendatang.
USMCA merupakan versi terbaru dari perjanjian perdagangan bebas Amerika Utara yang telah menghubungkan perekonomian Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada sejak awal 1990-an. Peninjauan ini sangat penting karena Trump baru-baru ini menyatakan bahwa ia mungkin tidak akan memperpanjang perjanjian tersebut.
Lebih dari 70 persen ekspor Kanada dikirim ke Amerika Serikat, sehingga keberlangsungan perjanjian itu sangat penting bagi perekonomian Kanada.
Sejarawan Kanada, Robert Bothwell, mengatakan Trump menjadi tantangan terbesar bagi Carney karena Kanada jauh lebih bergantung pada Amerika Serikat dibandingkan negara lain.
Baca juga: Mark Carney Jadi Pemimpin G7 Pertama yang Siap Tangkap Netanyahu Sesuai Perintah ICC
Hubungan Kanada-AS Semakin Tegang
KTT G7 berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antara Kanada dan Amerika Serikat. Hubungan yang selama ini dikenal sebagai salah satu aliansi paling erat dan stabil di dunia kini menunjukkan tanda-tanda keretakan.
Perdana Menteri Provinsi Ontario, Doug Ford, bahkan mengalami pembatalan mendadak acara penyambutan oleh U.S. Chamber of Commerce di Washington.
Salah satu menterinya, Vic Fedeli, mengatakan bahwa jika pembatalan tersebut terjadi karena tekanan Trump, maka hal itu justru menjadi "lencana kehormatan" bagi Ford.
Trump kembali menegaskan pekan ini bahwa Amerika Serikat tidak membutuhkan apa pun dari Kanada. Sebagai respons, Carney menetapkan target untuk menggandakan ekspor Kanada ke negara selain AS dalam sepuluh tahun ke depan.
Ia juga menilai perang dagang yang dilancarkan Trump telah menciptakan ketidakpastian yang menghambat investasi.
Di sisi lain, pembukaan jembatan besar baru Kanada yang melintasi Sungai Detroit juga mengalami penundaan karena sejumlah persoalan yang belum terselesaikan. Sebelumnya, Trump pernah mengancam akan menghambat proyek tersebut.
Langkah-langkah Trump, termasuk perang dagang dan usulannya agar Kanada menjadi negara bagian ke-51 Amerika Serikat, memicu kemarahan publik Kanada. Situasi politik tersebut turut membantu Carney memenangkan jabatan perdana menteri setelah berjanji akan menghadapi Trump secara tegas.
Pejabat pemerintahan Trump juga berulang kali menyoroti bahwa hanya dua negara yang melakukan tindakan balasan terhadap Amerika Serikat dalam perang dagang, yaitu China dan Kanada.