Israel Diguncang Boikot Global! Netanyahu CS Mulai Ditolak Negara-Negara Barat
Israel diguncang boikot global! Negara-negara Barat mulai menjatuhkan sanksi dan melarang pejabat Netanyahu masuk wilayah mereka.
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Whiesa Daniswara
Selain itu, tekanan ekonomi mulai terlihat melalui penarikan investasi asing dari perusahaan-perusahaan Israel.
Salah satunya adalah keputusan dana kekayaan negara Norwegia yang menarik investasinya dari sejumlah perusahaan Israel.
Kekerasan di Tepi Barat Jadi Sorotan Dunia
Meningkatnya tekanan internasional juga dipicu oleh laporan mengenai kekerasan para pemukim Yahudi terhadap warga Palestina di Tepi Barat.
Laporan dan video yang beredar luas di media internasional menunjukkan berbagai aksi kekerasan, penghancuran properti, hingga intimidasi terhadap warga sipil Palestina.
Situasi tersebut memicu kecaman dari banyak negara dan memperkuat tuntutan pemberian sanksi terhadap Israel.
Yedioth Ahronoth juga menyoroti video Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, yang dianggap mempermalukan peserta armada bantuan menuju Gaza.
Rekaman tersebut memicu kemarahan sejumlah negara karena dinilai melanggar norma internasional.
Di tengah meningkatnya tekanan diplomatik, Israel juga menghadapi tantangan hukum internasional yang serius.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat ini menjadi buronan Pengadilan Internasional (ICC) sejak 2024 atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait operasi militer di Gaza.
Selain itu, Israel juga menghadapi gugatan di Mahkamah Internasional (ICJ) yang diajukan oleh Afrika Selatan dan didukung sejumlah negara lain atas dugaan genosida terhadap warga Palestina.
Konflik di Gaza sendiri dilaporkan telah menewaskan puluhan ribu warga Palestina sejak perang pecah pada Oktober 2023 dan terus menjadi sorotan utama komunitas internasional.
Jika situasi terus memburuk, Israel berpotensi menghadapi kombinasi tekanan diplomatik, ekonomi, hukum, dan keamanan secara bersamaan, sesuatu yang sebelumnya jarang terjadi dalam skala sebesar saat ini.
(Tribunnews.com / Namira)