Pesawat Paus Leo XIV Bermasalah, Raja Spanyol Pinjamkan Jet Pribadi
Pesawat Iberia yang membawa Paus Leo XIV pulang ke Roma mengalami gangguan mesin dan tidak dapat lepas landas sesuai jadwal.
Editor:
Tiara Shelavie
Ringkasan Berita:
- Pesawat Iberia yang membawa Paus Leo XIV pulang ke Roma mengalami gangguan mesin dan tidak dapat lepas landas sesuai jadwal.
- Raja Felipe VI kemudian meminjamkan jet pribadinya sehingga Paus dapat melanjutkan perjalanan kembali ke Italia.
- Insiden ini menjadi salah satu kasus langka dalam beberapa dekade terakhir yang memaksa seorang paus berganti pesawat karena masalah teknis.
TRIBUNNEWS.COM - Bahkan seorang paus pun bisa mengalami keterlambatan perjalanan. Beruntung bagi Paus Leo XIV, Raja Spanyol menawarkan solusi untuk membawanya pulang.
Mengutip NPR, pesawat charter milik Iberia yang dijadwalkan membawa Paus Leo XIV kembali ke Roma setelah kunjungan selama sepekan di Spanyol terpaksa tidak dapat terbang pada Jumat akibat masalah teknis.
Situasi tersebut mendorong Raja Spanyol, Felipe VI, untuk meminjamkan jet pribadinya.
Felipe mengantar Paus Leo XIV menuju pesawat Falcon miliknya di landasan bandara Santa Cruz de Tenerife, di Canary Islands.
Paus dan rombongannya kemudian menaiki pesawat tersebut dan lepas landas lebih dari tiga jam setelah jadwal keberangkatan semula.
Gangguan itu menjadi penutup yang tidak biasa bagi kunjungan yang secara umum berlangsung sukses ke Madrid, Barcelona, dan Kepulauan Canary.
Dalam perjalanan tersebut, Paus Leo kembali menyampaikan pesan mengenai migrasi serta meresmikan menara baru basilika Sagrada Familia.
Pilot Iberia menjelaskan bahwa mesin pesawat gagal dinyalakan setelah Paus Leo naik ke dalam pesawat. Upaya awal untuk memperbaiki masalah tersebut tidak berhasil sehingga seluruh penumpang harus turun kembali.
Baca juga: Paus Leo XIV Nyatakan Dukungan untuk Timnas AS di Piala Dunia 2026
Maskapai Iberia mengatakan akan mengirim pesawat lain dari Madrid untuk menjemput para pejabat Vatikan dan jurnalis yang tidak ikut terbang bersama Paus menggunakan jet Falcon.
Kepulauan Canary sendiri berada lebih dekat ke Afrika dibandingkan ke daratan utama Spanyol.
Insiden ini menjadi pertama kalinya dalam beberapa dekade terakhir sebuah penerbangan kepausan mengalami masalah yang cukup serius hingga mengharuskan paus berpindah pesawat.
Sejumlah jurnalis senior Vatikan yang berada di pesawat Iberia mengingat beberapa insiden penerbangan pada masa kepemimpinan Paus John Paul II.
Pada tahun 1986, saat kembali dari India, pesawat Paus Yohanes Paulus II terpaksa mendarat di Napoli karena badai salju di Roma.
Paus dan para penumpang kemudian melanjutkan perjalanan ke Roma menggunakan kereta khusus.