Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
Live
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
VS
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Menteri Energi AS Sebut 7 Juta Barel Minyak per Hari Kembali Mengalir Lewat Selat Hormuz

Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan sekitar 7 juta barel minyak per hari kembali mengalir dari Teluk Persia berkat perlindungan militer AS

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Menteri Energi AS Sebut 7 Juta Barel Minyak per Hari Kembali Mengalir Lewat Selat Hormuz
tangkapan layar energy.gov
PEJABAT AS - Foto resmi Chris Wright, Menteri Energi AS. Chris Wright mengatakan sekitar 7 juta barel minyak per hari kembali mengalir dari Teluk Persia berkat perlindungan militer AS. (energy.gov) 
Memuat video…

"Perlindungan militer tersedia dan hasilnya berjalan sangat baik," ujarnya.

Cadangan Minyak AS Terus Menurun

Harga minyak dunia sempat mencapai puncak sekitar 138 dolar AS per barel pada awal April, tepat sebelum gencatan senjata pertama diumumkan. Angka itu lebih dari dua kali lipat dibandingkan harga awal tahun yang berada di sekitar 61 dolar AS per barel.

Namun pada 12 Juni, harga minyak turun ke sekitar 87 dolar AS per barel, level terendah sejak awal Maret, seiring meningkatnya harapan terhadap tercapainya perdamaian permanen.

Harga minyak tidak melonjak setinggi yang dikhawatirkan karena beberapa faktor, termasuk meningkatnya ekspor minyak dari Cadangan Minyak Strategis Amerika Serikat (SPR), berkurangnya impor minyak China, serta upaya penghematan energi di berbagai negara.

Selain itu, bertambahnya volume minyak yang berhasil keluar dari Timur Tengah melalui jalur pipa dan Teluk juga membantu menekan harga.

Analis energi Dan Pickering mengatakan krisis ini menunjukkan bahwa industri energi selalu menemukan cara untuk beradaptasi.

Namun ia memperingatkan bahwa jika Selat Hormuz tidak kembali beroperasi secara normal, maka dampak yang lebih besar terhadap harga minyak masih mungkin terjadi.

Rekomendasi Untuk Anda

"Jika 7 juta barel per hari berhasil keluar, itu berarti masih ada sekitar 7 juta barel per hari lainnya yang belum bisa mengalir," ujarnya.

Menurut Pickering, lonjakan harga minyak yang lebih besar mungkin hanya tertunda hingga akhir musim panas karena cadangan darurat global terus berkurang.

Cadangan Strategis AS di Titik Terendah

Sejak perang dengan Iran dimulai, pemerintah AS telah mengeluarkan sekitar 66 juta barel minyak dari SPR hingga 5 Juni, menurut Departemen Energi AS.

Presiden Trump telah mengizinkan pelepasan total 172 juta barel minyak selama beberapa bulan ke depan. Perusahaan-perusahaan yang membeli minyak tersebut berjanji akan mengisi kembali cadangan itu di masa mendatang.

Pada 5 Juni, SPR turun menjadi 349,2 juta barel, level terendah dalam tiga tahun terakhir. Cadangan tersebut kini berkurang hampir 9 juta barel setiap minggu.

Jumlah itu mendekati level terendah sejak Agustus 1983.

Pickering mengingatkan bahwa penggunaan cadangan strategis secara terus-menerus tidak dapat dilakukan selamanya.

"Semakin lama situasi ini berlangsung, semakin sedikit perlindungan yang dimiliki," katanya, seraya mengibaratkan cadangan minyak sebagai asuransi rumah.

Kemungkinan Perpanjangan Pengecualian Jones Act

Sesuai Minatmu
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas