Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
Live
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
VS
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
VS
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
VS
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Iran dan AS Saling Klaim Isi Deal Selat Hormuz Versi Masing-masing

Meski dikabarkan segera berdamai , baik AS dan Iran saling "membocorkan" isi kesepakatan mereka dengan versi masing-masing yang tuai aksi saling kecam

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Bobby W
zoom-in Iran dan AS Saling Klaim Isi Deal Selat Hormuz Versi Masing-masing
Tribunnews.com/Generated by AI/Grok
ILUSTRASI - Ilustrasi bendera Amerika Serikat dan Iran yang dibuat menggunakan Grok AI. 
Memuat video…
Ringkasan Berita:
  • AS dan Iran diprediksi akan mencapai kesepakatan resmi paling lambat awal pekan depan, yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, pencabutan blokade pelabuhan, dan perpanjangan gencatan senjata 60 hari
  • Kabar ini telah dikonfirmasi kebenarannya oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif selaku mediator, Menlu Iran Abbas Araghchi, serta Presiden AS Donald Trump
  • Meski demikian, kedua belah pihak "membocorkan" isi kesepakatan mereka dengan versi masing-masing yang menuai aksi saling kecam

 

TRIBUNNEWS.COM - Kabar terkait kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran diprediksi akan segera terwujud dalam beberapa hari ke depan.

Hal ini terjadi menyusul adanya nota kesepahaman untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Berbeda dari sentimen-sentimen sebelumnya, kabar kali ini diamini oleh pernyataan dari kedua belah pihak baik dari AS maupun Iran.

Kesepakatan ini dibenarkan oleh Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, yang bertindak sebagai mediator utama.

Pada hari Jumat (12/6/2026) Sharif bahkan mengatakan bahwa teks final terkait kesepakatan AS-Iran telah tercapai. 

"Perdamaian belum pernah sedekat sekarang." ungkap Sharif melalui unggahannya di platform X.

Rekomendasi Untuk Anda

Berdasarkan draf awal yang beredar dari berbagai sumber diplomatik, nota kesepahaman ini akan langsung membuka kembali Selat Hormuz tanpa pungutan biaya, mencabut blokade AS terhadap pelabuhan Iran, dan memulihkan pelayaran prapengiriman dalam waktu kurang lebih 30 hari.

Kesepakatan ini juga mencakup perpanjangan masa gencatan senjata selama 60 hari dan penghentian pertempuran antara Israel dan Hizbullah di Lebanon.

Kabar Dibenarkan Iran

Baca juga: 14 Poin yang Akan Disepakati AS dan Iran untuk Mengakhiri Perang dalam Waktu Dekat

Pihak Iran sendiri tak membantah kabar bahwa kedua belah pihak tampaknya segera mencapai kesepakatan.

Di dalam sebuah wawancara dengan media pemerintah pada hari Jumat, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa kesepakatan tersebut bisa saja terjadi dalam 1 atau 2 hari ke depan

"Saya penuh harapan akan hal itu." ungkap Araghchi dalam wawancara yang juga diunggahnya ke platform X tersebut.

Meski demikian, saat berbicara di stasiun televisi pemerintah Iran, Araghchi memaparkan sejumlah ketentuan yang tampaknya berbeda dari draf awal.

Araghchi menegaskan bahwa Iran nantinya akan mengenakan biaya layanan bagi kapal-kapal yang melintasi selat tersebut. 

Ia mengatakan bahwa Iran akan tetap memegang kendali atas jalur air tersebut dan memungut biaya atas "layanan yang diberikan."

"Pedang (Iran) akan tetap terhunus di atas Selat Hormuz tanpa batas waktu." ungkap Araghci memberikan peringatan keras bila kesepakatan terbaru ini diingkari.

Poin penting lain dari kesepakatan ini, menurut laporan kantor berita Fars, adalah keharusan bagi AS dan Iran untuk saling menghormati kedaulatan masing-masing dan tidak saling ikut campur urusan dalam negeri.

Untuk detail terkait program nuklir Iran maupun pencabutan sanksi secara penuh, Araghchi menyebut bahwa hal itu baru akan difinalisasi pada negosiasi tahap berikutnya.

Bocoran lain juga disampaikan oleh Mayor Jenderal Mohsen Rezaie, penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei.

Rezaie mengklaim adanya konsesi dana dari pihak Amerika Serikat.

Kabar tersebut dibagikan oleh Young Journalists Club (YJC) yang terafiliasi dengan TV pemerintah Iran.

 Mantan komandan Korps Garda Revolusi Islam itu mengatakan bahwa sejumlah aset Iran yang sempat dibekukan akan kembali dapat diakses melalui kesepakatan tersebut.

"Trump telah setuju untuk melepaskan $24 miliar (sekitar Rp 428,4 triliun) dari aset Iran yang dibekukan, tetapi tidak bersedia mengumumkannya secara publik." terang Rezaie.

Trump Benarkan Klaim Araghchi

Baca juga: Klaim Trump Soal Kepastian Damai Ditepis Iran, Ketegangan Militer Meningkat di Hormuz

Sejumlah pernyataan yang diungkapkan pihak Iran tersebut ternyata juga diamini oleh AS.

Hal ini terlihat dari unggahan Presiden AS Donald Trump yang membagikan ulang unggahan Araghchi di jejaring sosial miliknya, Truth Social.

Kepada media Axios, Trump meyakini bahwa penandatanganan kesepakatan dengan Iran dapat dilakukan paling cepat pada akhir pekan ini atau hari Senin mendatang.

Walau begitu, Trump juga secara terang-terangan mengecam dan menyebut klaim sepihak Teheran mengenai isi kesepakatan tersebut sebagai informasi palsu.

Para pejabat pemerintahan Trump selama ini berpegang teguh bahwa penghancuran program nuklir Iran adalah tujuan utama peperangan ini.

Sementara itu, senator Republik Lindsey Graham menanggapi syarat-syarat yang diberitakan oleh media Iran sebagai sesuatu yang "mengerikan".

Lindsey memperingatkan bahwa "aturan garis merah" yang telah diterapkan oleh Trump terkait pengayaan nuklir tidak boleh dilanggar, sembari menyambut baik langkah Trump yang membantah klaim-klaim dari pihak Teheran.

Dari kacamata ekonomi, Menteri Keuangan AS Scott Bessent optimistis bahwa kesepakatan antara AS dan Iran ini akan memberikan suntikan napas lega bagi perekonomian Amerika.

"Kami percaya bahwa ia harus mengambil kesempatan ini untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir," ungkap Bessent saat diwawancarai oleh Laura Ingraham di Fox News.

"Kita akan lihat, mungkin secepatnya akhir pekan ini atau Senin, kita akan berada di sisi lain dari hal ini." sambung Bessent.

Bessent juga memastikan bahwa kesepakatan ini akan berujung pada turunnya harga energi yang selama ini membebani rakyat Amerika.

"Saya sangat yakin bahwa masa yang menantang dengan bensin akan berlalu," pungkasnya.

AS dan Iran belakangan ini memang tampak semakin dekat dengan kesepakatan damai guna mengakhiri konflik yang pecah sejak akhir Februari lalu, ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Teheran. 

Konflik ini sebelumnya memicu Iran memberlakukan kontrol ketat atas Selat Hormuz, sebuah jalur air vital yang menyalurkan 20 persen minyak dunia sebelum perang, sehingga memicu kekacauan pasar global.

Kabar baik ini langsung berdampak pada pasar energi. Harga minyak dunia tercatat turun di bawah $90 (sekitar Rp 1.606.500) per barel pada Jumat pagi waktu Amerika bagian Timur.

Sementara itu, minyak mentah berjangka AS untuk pengiriman Juli berada di angka $84 (sekitar Rp 1.499.400) per barel pada Sabtu dini hari waktu Amerika Serikat (Sabtu siang WIB).

(Tribunnews.com/Bobby)

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas