Serangan Rusia Bakar Katedral Bersejarah di Kyiv, 5 Orang Tewas
Rusia menyerang Kyiv dan membakar Katedral Dormisi di biara Kyiv Pechersk Lavra. Lima orang tewas dalam serangan tersebut.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Ringkasan Berita:
- Katedral Dormisi di kompleks biara Kyiv Pechersk Lavra terbakar setelah serangan udara besar-besaran Rusia di Kyiv.
- Sedikitnya lima orang tewas dan enam lainnya terluka dalam serangan yang juga menyebabkan rumah, kendaraan, serta gedung apartemen mengalami kerusakan.
- Sekitar 140.000 warga kehilangan aliran listrik di sejumlah wilayah ibu kota Ukraina.
TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.573 pada Senin (15/6/2026).
Katedral Dormisi di biara Kyiv Pechersk Lavra yang sakral dan bersejarah terbakar setelah serangan udara besar-besaran Rusia di ibu kota Ukraina, Kyiv.
Sedikitnya lima orang tewas dalam serangan itu dan enam orang lainnya terluka.
Koresponden The Guardian melaporkan serangan tersebut merupakan bagian dari gelombang serangan Rusia di seluruh Ukraina, dengan laporan kerusakan yang terus berdatangan pada Senin pagi.
Rumah-rumah, mobil, dan sebuah gedung apartemen bertingkat tinggi terbakar dan 140.000 orang kehilangan aliran listrik di beberapa bagian Kyiv, kata Vitali Klitschko, walikota, dan Tymur Tkachenko, kepala administrasi militer ibu kota.
Pada Minggu malam, Agence France-Presse (AFP) melaporkan serangan rudal besar sedang terjadi dan wartawannya melihat proyektil dicegat di langit dengan puing-puing yang menyala jatuh ke kota.
Risiko serangan rudal dan drone berlanjut hingga Senin pagi, demikian peringatan angkatan udara Ukraina.
Perdana Menteri Ukraina Yulia Svyrydenko mengunggah foto bangunan biara yang terbakar.
“Serangan brutal terhadap rakyat dan warisan kita. Inilah wajah sebenarnya dari nilai-nilai Ortodoks Rusia,” tulis Yulia Svyrydenko.
Baca juga: Zelenskyy Bongkar Data Kremlin, Klaim Dukungan Publik Rusia ke Putin Merosot
Trump Telepon Putin 55 Menit, Bahas Ukraina hingga Iran, Klaim Siap Pengaruhi Kyiv dan Sekutu Eropa
Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan percakapan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin selama 55 menit pada 14 Juni.
Dalam pembicaraan tersebut, kedua pemimpin membahas sejumlah isu penting, mulai dari perang Rusia-Ukraina hingga perkembangan negosiasi terkait Iran.
Menurut penasihat Kremlin Yuri Ushakov yang dikutip kantor berita TASS, Trump kembali menekankan pentingnya mengakhiri konflik di Ukraina.
Ia juga disebut menyatakan kesediaannya menggunakan pengaruh Amerika Serikat untuk mendorong Kyiv dan mitra-mitra Eropa agar mendukung upaya penyelesaian perang.
Di sela pembicaraan, Putin menyampaikan bahwa serangan yang dilakukan Ukraina terhadap infrastruktur sipil Rusia tidak akan mengubah situasi di medan perang.
Pernyataan itu disampaikan saat pertempuran antara kedua negara masih terus berlangsung tanpa tanda-tanda mereda.