Jenazah Ali Khamenei akan Melintasi Irak Sebelum Dimakamkan di Mashhad
keputusan membawa iring-iringan jenazah Khamenei melewati negara tetangga itu memiliki makna simbolis yang kuat.
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Jenazah Ayatollah Ali Khamenei Akan Diarak Melintasi Irak Sebelum Dimakamkan di Mashhad
Ringkasan Berita:
- Iran mengumumkan prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei akan melintasi Irak pada 8 Juli sebelum dimakamkan di Mashhad pada 9 Juli 2026.
- Teheran memperkirakan hingga 20 juta orang akan menghadiri rangkaian upacara penghormatan terakhir.
- Rute melalui Irak dinilai memiliki makna simbolis karena melewati pusat-pusat penting umat Syiah seperti Najaf dan Karbala.
TRIBUNNEWS.COM - Iran mengumumkan kalau prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei akan melintasi wilayah Irak sebelum jenazahnya dimakamkan di Kota Mashhad pada 9 Juli 2026.
Pengumuman tersebut disampaikan Wali Kota Teheran Alireza Zakani pada Rabu (17/6/2026).
Dalam pernyataannya yang disiarkan media pemerintah Iran, Zakani menjelaskan kalau rangkaian upacara penghormatan terakhir akan berlangsung selama enam hari, mulai 4 hingga 9 Juli.
"Pada 8 Juli 2026, prosesi akan berlangsung di Irak, dan pada 9 Juli, InsyaAllah, di Mashhad," kata Zakani.
Khamenei dilaporkan tewas setelah serangan rudal yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada Februari lalu.
Kepergiannya menandai berakhirnya era kepemimpinan yang telah berlangsung lebih dari tiga dekade dan menjadi salah satu peristiwa politik paling penting dalam sejarah Republik Iran.
Lewati Pusat-Pusat Suci Syiah
Meski belum mengungkap lokasi pasti di Irak yang akan menjadi bagian dari prosesi, keputusan membawa iring-iringan jenazah melewati negara tetangga itu memiliki makna simbolis yang kuat.
Irak merupakan lokasi bagi sejumlah situs paling suci dalam Syiah, termasuk makam Imam Ali di Najaf dan makam Imam Hussein di Karbala.
Kedua kota tersebut menjadi tujuan utama ziarah jutaan umat Syiah dari berbagai negara setiap tahun.
Dengan membawa prosesi pemakaman Khamenei melalui Irak, Teheran tampaknya ingin menegaskan ikatan keagamaan dan politik antara komunitas Syiah di kawasan, sekaligus menunjukkan pengaruh regional Iran yang masih kuat di tengah meningkatnya ketegangan Timur Tengah.
Hingga kini pemerintah Irak belum memberikan tanggapan resmi terkait pengumuman tersebut.
Teheran Bersiap Menampung 20 Juta Pelayat