Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

39 Tahun Berkarya, Sang Legenda Herman Darmo Purna Tugas, 'Ini Bukan Perpisahan, Tak Perlu Bersedih'

Sosok fenomenal dan sentral dalam lahir dan besarnya media-media Tribun di daerah tersebut mengakhiri pengabdiannya setelah 39 tahun berkarya di grup

39 Tahun Berkarya, Sang Legenda Herman Darmo Purna Tugas, 'Ini Bukan Perpisahan, Tak Perlu Bersedih'
Tribunnews/JEPRIMA
Komisaris Tribun Network Herman Dharmo saat memberikan kata sambutan pada acara pelepasan purna tugas Komisaris Tribun Network di Gedung Tribun, Palmerah, Jakarta Pusat, Selasa (30/6/2020). Tribunnews/Jeprima 

Herman Darmo mulai kepincut dunia jurnalistik sejak kuliah S1 di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Indonesia, Jakarta pada 1977.

Setelah lulus kuliah pada  tahun 1981 ia sempat bekerja sebagai peneliti di Direktorat Analisis Sistem, Badan
Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Tiga tahun kemudian ia hijrah ke surat kabar Kompas. Di sana ia sempat menjadi Kepala Dokumentasi Perpustakaan dan juga reporter.

Komisaris Tribun Network Herman Dharmo saat memberikan kata sambutan pada acara pelepasan purna tugas Komisaris Tribun Network di Gedung Tribun, Palmerah, Jakarta Pusat, Selasa (30/6/2020). Tribunnews/Jeprima
Komisaris Tribun Network Herman Dharmo saat memberikan kata sambutan pada acara pelepasan purna tugas Komisaris Tribun Network di Gedung Tribun, Palmerah, Jakarta Pusat, Selasa (30/6/2020). Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)

Pada tahun 1986 Kompas mulai mengembangkan sayap ke daerah-daerah di Indonesia lewat Pers Daerah alias Persda.

Saat itu, Persda Kompas Gramedia memiliki misi  membangun dan memgembangkan koran daerah di Indonesia. Ketika itulah HermanDarmo bergabung ke Persda Kompas Gramedia.

Ia terpilih dalam tim persiapan penerbitan koran-koran di daerah tersebut.

Saat itu ia ditunjuk sebagai Wakil Pemimpin Proyek sekaligus Pemimpin Proyek Penerbitan Koran Sriwijaya Post di Palembang, Sumatera Selatan.

Setahun kemudian, Herman Darmo dipercaya sebagai Pemimpin Proyek Penerbitan Serambi Indonesia di Banda Aceh. Kemudian pada tahun 1989, berlanjut ke Surabaya Jawa Timur untuk melahirkan Harian Surya.

Karena dedikasinya, dalam rentang 1991 hingga 1999 Herman Darmo mendapat kepercayaan memimpin Harian Surya di Surabaya sebagai pemimpin redaksi.

Lantas pada 1999, suami Astati Widayati itu dipercaya menjabat Direktur Kelompok (Dirkel) Pers Daerah Kompas Gramedia menggantikan Mamak Sutamat.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Reza Deni
Editor: Anita K Wardhani
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas