Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Lebih Dari Tinggi

4 Tips Ajarkan Kecerdasan Intelektual untuk Tumbuh Kembang Anak

Untuk mendukung tumbuh kembang anak berjalan optimal, Si Kecil perlu mendapatkan stimulasi yang tepat.

BizzInsight
4 Tips Ajarkan Kecerdasan Intelektual untuk Tumbuh Kembang Anak
Shutterstock
Untuk mendukung tumbuh kembang anak berjalan optimal, Si Kecil perlu mendapatkan stimulasi yang tepat. 

TRIBUNNEWS.COM - Untuk mendukung tumbuh kembang anak berjalan optimal, Si Kecil perlu mendapatkan stimulasi yang tepat. Apalagi pada dua tahun pertama, volume otak anak mencapai 75% otak dewasa sehingga dibutuhkan latihan-latihan untuk membentuk kecerdasan intelektualnya.

Salah satu metode pembelajaran yang sedang tren saat ini adalah STEM (Science, Technology, Engineering, and Math). Di Amerika, pendidikan berbasis sains dan teknologi menjadi kebutuhan hampir di semua lini pekerjaan di masa depan, khususnya ketika dunia memasuki Industri 4.0.

Berdasarkan penjelasan dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter, STEM bisa membantu anak berpikir dengan cara yang kreatif, kritis, dan inovatif untuk memecahkan masalah.

"Sains dan matematika bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah kehidupan sehari-hari. Mulai dari yang sederhana seperti memasak dan berbelanja, hingga yang rumit dan menyangkut profesi seperti teknik dan finansial,” kata dr. Karin.
Untuk memaksimalkan kecerdasan intelektual anak, Anda bisa memberikan cara-cara kreatif dan menyenangkan. Berikut 4 tips  mengajarkan Si Kecil apa itu STEM yang dapat menstimulasi tumbuh kembang anak.

Ajak anak mengamati benda di lingkungan sekitar

Orangtua dapat membantu kinerja otak anak dengan mengajaknya mengamati lingkungan. Ia bisa belajar variasi bentuk bunga atau buah. Anda juga bisa menstimulasi otak Si Kecil dengan mengajaknya bermain beberapa permainan seperti lego, puzzle, atau permainan bentuk lainnya.

Latihan observasi bentuk dan warna ini dapat meningkatkan memori anak. Selain itu, belajar mengenal bentuk juga dapat meningkatkan kemampuan geometrinya, karena ia bisa berlatih mengenal berbagai macam bentuk, ukuran, dan ruang sejak dini.

Ilustrasi anak belajar di rumah
Ilustrasi anak belajar.

Dorong anak bertanya “apa”

Psikolog anak Paul Harris mengatakan, di usia 2-5 tahun anak-anak akan melontarkan sekitar 40 ribu pertanyaan.

Perkenalannya dengan bentuk dan warna benda yang ada di sekitar Si Kecil, tentu dapat mendorongnya bertanya “apa ini” dan “apa itu”. Untuk memulainya, Anda bisa memulai memberikan pertanyaan tersebut. Dengan begitu, Si Kecil akan berpikir tentang apa yang dilihat dan menjelaskan hasil pemikirannya tersebut.

Jangan menunjukkan rasa kesal bila anak terus melontarkan pertanyaan, karena ia sedang mengembangkan aspek kognitifnya.

Kenalkan anak dengan sebab-akibat

Menurut para peneliti di UC Berkeley, sejak usia tiga bulan bayi paham bahwa ketika ia menangis atau tertawa, orangtuanya akan memberikan respon berbeda. Ini menunjukkan Si Kecil sudah paham mengenai konsep sebab-akibat.

Konsep sebab-akibat sangat berguna untuk keterampilan matematika Si Kecil. Selain itu, ilmu ini juga penting sebagai bekalnya kelak saat bersosialisasi dengan orang lain. Untuk mengasah keterampilan ini, Anda bisa mengajak Si Kecil bermain Menara Blok. Selain bermanfaat bagi motorik anak, permainan ini mengajarkannya untuk memecahkan masalah.

Ajarkan Si Kecil suka matematika

Keterampilan matematika sangat penting bagi anak karena berguna bagi aktivitas hariannya. Banyak anak bisa menyebutkan angka secara berurutan dengan mudah. Sayangnya, mereka hanya menghafal dan belum tentu paham berapa jumlah objek yang harus dihitung.

Anda bisa mengajarkan konsep korespondensi satu-satu agar ia mengerti betul tentang jumlah. Agar anak mudah memahami konsep ini, sediakan waktu bersama anak untuk menghitung benda-benda di sekitar.

Misalnya saja ketika Anda memasak, ajak ia untuk menghitung berapa butir telur, tomat, dan bahan masak lainnya yang terletak di atas meja. Dengan pengalaman belajar langsung ini, Si Kecil tentu semakin suka dengan matematika.

Apakah Anda tertarik mencoba tips di atas guna mendukung kecerdasan intelektual anak? Pastikan tidak hanya menstimulasi kemampuan STEM anak, Anda perlu mengimbanginya dengan nutrisi yang tepat. Salah satunya dengan memberikan Susu Zee yang mengandung Nutripro Complex+.

susu zee november 2020
Susu Zee.

Hadir dengan kandungan 9 asam amino esensial yang penting untuk tinggi ideal anak dan masa pertumbuhannya, tinggi kolin sehingga baik sebagai nutrisi otak, omega 3&6 untuk meningkatkan konsentrasi anak dan baik untuk kesehatan mata Si Kecil, serta vitamin dan mineral lainnya guna mencapai tinggi ideal anak.

Tersedia rasa Swizz Chocolate Milk, Honey Milk, Strawberry Flavoured Milk, dan Vanilla Twist Flavoured Milk, Susu Zee bisa dikonsumsi untuk anak usia 3-12 tahun.

Kini Si Kecil tidak hanya cerdas tetapi juga dilengkapi fisik yang sehat!

Penulis: Dana Delani

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas