Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

3 Ilmuwan Komite Penasihat FDA Mundur, Protes Aducanumab Jadi Obat Alzheimerm, Sebut Sejarah Buruk

Tiga ilmuwan dari komite penasihat Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat (AS) telah mengundurkan diri.

3 Ilmuwan Komite Penasihat FDA Mundur, Protes Aducanumab Jadi Obat Alzheimerm, Sebut Sejarah Buruk
net
PENYAKIT Alzheimer ternyata tidak hanya berbahaya bagi penderitanya, melainkan juga bagi caregiver alias pengasuhnya. 3 Ilmuwan Komite Penasihat FDA Mundur, Protes Aducanumab Jadi Obat Alzheimerm, Sebut Sejarah Buruk 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, MARYLAND - Tiga ilmuwan dari komite penasihat Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat (AS) telah mengundurkan diri.

Ini sebagai bentuk protes setelah lembaga itu memberikan persetujuan terhadap 'obat kontroversial' untuk mengobati penyakit Alzheimer.

Dikutip dari laman Russia Today, Minggu (11/7/2021), sepuluh dari 11 anggota Komite Penasihat Sistem Saraf Perifer dan Pusat FDA memberikan suara menentang persetujuan obat Aducanumab, sementara satu suara lainnya menyatakan 'ragu'.

Voting ini sebenarnya diambil selama dengar pendapat pada November 2020.

Baca juga: FDA AS Sebut Hand Sanitizer Sebabkan Mual, Sakit Kepala, Sampai Harus Dirawat di Rumah Sakit

Baca juga: Aduhelm Biogen Jadi Obat Pertama yang Targetkan Penyebab Alzheimer

Namun pada hari Senin lalu, FDA tetap memberikan persetujuan yang dipercepat.

"Minggu ini, keputusan pemberian persetujuan obat Aducanumab oleh administrator FDA mungkin merupakan keputusan persetujuan obat terburuk dalam sejarah AS," tulis Aaron Kesselheim dari Harvard dan Brigham and Women's Hospital di Boston, Massachusetts, AS.

Ia menjadi anggota ketiga yang mengundurkan diri dari komite pada protes yang disampaikan minggu ini.

Perlu diketahui, FDA AS telah mempercepat persetujuan obat ini 'pada menit terakhir' berdasarkan 'premis yang dapat diperdebatkan' bahwa efek obat tersebut kemungkinan akan membantu pasien yang menderita Alzheimer.

"Namun pertanyaan penting terkait efek obat itu ternyata tidak dibahas dalam pertemuan Komite Penasihat, dan premisnya secara khusus dikecualikan dari diskusi," tulis Kesselheim.

Halaman
123
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas