Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
Live
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Jangan Abaikan Ngobrol Bareng si Kecil, Itu Bagus untuk Merangsang Otaknya

Masih banyak orangtua yang lupa untuk merangsang otak anaknya dengan cara yang benar.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Memuat video…

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Masih banyak orangtua yang lupa untuk merangsang otak anaknya dengan cara yang benar. Menurut spesialis anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Dr. Ahmad Suryawan Sp.A (K), stimulasi harus dilakukan sejak dini, dimulai dari bayi baru lahir sampai usia enam tahun. Pada saat itu sel-sel otak sedang berkembang pesat.

"Pada rentang usia ini, otak membutuhkan segala rangsangan dari orangtua. Hasilnya baru akan terlihat nanti ketika si anak dewasa. Kemampuan berbicara dan kecerdasan anak ditentukan dari stimulasi yang diberikan sejak masih bayi," ucap Wawan di Tangerang.

Wawan menggarisbawahi faktor kecerdasan sebagai hal yang mesti diperhatikan. Sebab, banyak orang, termasuk orangtua yang menjadikan kecerdasan sebagai tolok ukur kesuksesan seseorang nantinya.

Sayangnya, orangtua kerap lupa jika stimulasi sejak dini dengan cara yang benar sangatlah penting. Apalagi saat ini ilmu pengetahuan teknologi sudah berkembang maju. Orangtua pun sering mengandalkan teknologi untuk merangsang otak anak.

Misalnya, mempercayakan proses belajar bicara pada anaknya dengan metode menonton televisi. Padahal, anak juga perlu komunikasi dua arah untuk merangsang sel otaknya agar berkembang. Sedangkan televisi merupakan merupakan komunikasi satu arah saja.

Inilah kenapa banyak anak yang masih sulit bicara. Padahal sesuai dengan usianya anak tersebut seharusnya sudah bisa bicara. "Rangsanglah otak anak lewat interaksi dengannya. Misalnya dengan sentuhan, suara, dan kasih sayang," imbuh Wawan. (mic)

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Sehat News
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas