Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Gejala Neuropati Sudah Dirasakan Mereka yang Berusia Muda

Rendahnya kesadaran konsumsi vitamin B, juga berkontribusi tingginya risiko neuropati

Gejala Neuropati Sudah Dirasakan Mereka yang Berusia Muda
net
Kesemutan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gangguan kesehatan neuropati memberikan beragam ketidaknyamanan dalam beraktivitas sehari-hari.

Jika dibiarkan, gejala neuropati seperti kram, kebas dan kesemutan dapat menetap dan mengarah pada kelumpuhan.

dr Manfaluthy Hakim Sp S(K), Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi PERDOSSI Pusat mengatakan, risiko neuropati bisa terjadi pada siapa saja. 

"Bahkan kini gejala neuropati sudah dirasakan oleh mereka yang berusia muda mulai 26-30 tahun yakni sebanyak 1 dari 3 orang," katanya di Jakarta, Selasa (31/7/2018).

Kondisi ini dipicu faktor gaya hidup dengan aktivitas keseharian yang terus-menerus dan berulang, seperti beraktivitas dengan gadget, mengendarai motor atau mobil.

"juga duduk dengan posisi sama dalam waktu yang lama dan mengetik dengan komputer," katanya.

Konsultan neurologis dari Departement Neurologi FKUI/RSCM ini juga menyebut rendahnya kesadaran konsumsi vitamin B, juga berkontribusi tingginya risiko neuropati.

Lebih lanjut Dr Manfaluthy mengatakan infeksi akibat neuropati banyak dialami mereka yang mengalami kebas atau mati rasa atau baal sehingga tidak terasa ketika luka.

"Infeksi semakin parah ketika dialami oleh penderita diabetes. Pada penderita diabetes, angka prevalensi neuropati meningkat menjadi 50% atau 1 dari 2 penderita. Penurunan kualitas hidup terjadi ketika intensitas terjadinya gejala-gejala neuropati semakin sering," katanya.

Holger Guenzel, Direktur Divisi Consumer Health PT MERCK Tbk mengatakan, ”Melihat hasil survei yang menunjukkan gejala Neuropati sudah mulai dirasakan diusia muda dan kecenderungan mengabaikan gejala neuropati, MERCK, sebagai produsen Neurobion, berupaya mengajak khalayak muda untuk waspada.

Setelah sebelumnya MERCK bersama dengan para Neurologmengadakan penelitian NENOIN(Non-intervensi dengan Vitamin Neurotropik), kali ini MERCK memperkenalkan kemasan baru Neurobion dengan logo baru sebagai simbol kesehatan saraf.

"Dengan formula original yang terbukti secara klinis mengurangi gejala Neuropati hingga 62,9 persen," katanya.

Simbol saraf yang terkoneksi ini juga sesuai dengan kampanye terintegrasi Neurobion yang memberikan Solusi Total bagi kesehatan saraf.  

Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas