Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Ini Faktor yang Meningkatkan Risiko Keguguran saat Hamil

Keguguran biasanya terjadi hanya dalam trimester pertama. Sepuluh hingga 25 persen ibu hamil mengalami keguguran.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Willem Jonata
zoom-in Ini Faktor yang Meningkatkan Risiko Keguguran saat Hamil
Shutterstock
Ilustrasi 

Kemungkinan keguguran per minggu kehamilan

1. Kemungkinan keguguran pada minggu 3 hingga minggu 4 kehamilan.

Ini adalah fase saat proses implantasi terjadi, yaitu sekitar minggu ketiga hingga keempat kehamilan. Sekitar 50 hingga 70 persen perempuan mengalami keguguran pada minggu ini.

2. Kemungkinan keguguran pada minggu 5 kehamilan

Saat memasuki minggu kelima, risiko keguguran bisa sangat bervariasi. Menurut sebuah penelitian, risiko keguguran dapat berkurang menjadi sekitar 20 persen pada minggu kelima.

Usia juga memainkan peran penting dalam menentukan peluang risiko keguguran.

Jika berusia di bawah 30 tahun, Anda berisiko 9 hingga 17 persen, namun, jika Moms berusia lebih dari 40 tahun, kemungkinan Anda dapat meningkat dari 40 hingga 80 persen.

Rekomendasi Untuk Anda

3. Kemungkinan keguguran pada minggu 6 hingga 7 kehamilan

Sekitar waktu ini, Anda mungkin dapat mendengar detak jantung bayi untuk pertama kalinya. Oleh karena itu, risiko keguguran sangat berkurang, yaitu hanya 5 persen kehamilan.

4. Kemungkinan keguguran pada minggu 8 hingga minggu 13

Saat memasuki fase kehamilan ini, Anda hampir mencapai paruh kedua trimester pertama. Ini berarti risiko pada minggu kedelapan menjadi sangat rendah.

Hanya 2 hingga 4 persen kehamilan yang mengalami keguguran pada tahap ini.

5. Kemungkinan keguguran pada minggu 14 hingga 20 kehamilan

Saat Anda mendekati akhir trimester pertama, risiko keguguran menjadi cukup rendah hingga kemungkinan tidak terjadi. Kurang dari satu persen perempuan pada kehamilan ini mengalami keguguran.

Jika keguguran terjadi pada minggu 20 atau lebih, itu tidak disebut keguguran tetapi kelahiran mati dan Anda mungkin harus menjalani persalinan untuk melahirkan bayi.(*)

Sumber: Nakita
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas