Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Atasi Stunting, Anak-anak SD Diedukasi Tentang Kebaikan Minum Susu

Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2017 menyebutkan, konsumsi susu masyarakat Indonesia hanya 16,5 liter/kapita/tahun

Atasi Stunting, Anak-anak SD Diedukasi Tentang Kebaikan Minum Susu
HANDOUT
Edukasi minum susu yang diinisiasi Frisian Flag Indonesia (FFI) bersama Universitas Brawijaya Malang dan Universitas Padjadjaran Bandung ke anak-anak sekolah dasar (SD). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dua perguruan tinggi masing-masing Universitas Brawijaya Malang dan Universitas Padjadjaran Bandung bekerja sama dengan Frisian Flag Indonesia (FFI) terlibat aktif dalam  kegiatan penyebarluasan lewat edukasi tentang kebaikan susu ke anak-anak sekolah dasar di peringatan Hari Susu Sedunia yang jatuh setiap 1 Juni.

Corporate Affairs Director Frisian Flag Indonesia Andrew F. Saputro mengatakan, selama ini masih banyak kendala yang ditemukan dalam mempopulerkan susu sebagai minuman sehat.

Pada umumnya, pola makan sehari-hari orang Indonesia belum memenuhi gizi seimbang. Gizi seimbang diartikan sebagai ragam bahan makanan yang berkualitas, jumlah dan proporsi yang sesuai sehingga dapat memenuhi kebutuhan gizi seseorang guna pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.

Hasil studi South East Asian Nutrition Survey yang diinisiasi FrieslandCampina di tahun 2012 terhadap lebih dari 16.000 anak usia 6 bulan – 12 tahun menunjukkan, anak-anak Indonesia mengalami berbagai permasalahan terkait dengan kesehatan dan gizi, seperti gaya hidup kurang aktif, malnutrisi, kekurangan vitamin D serta gangguan pertumbuhan fisik atau stunting.

Baca: Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek Dipastikan Belum Bisa Digunakan untuk Arus Mudik

Sementara, data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2017 menyebutkan, konsumsi susu masyarakat Indonesia hanya 16,5 liter/kapita/tahun dari target 20 liter per kapita per tahun dan merupakan yang terendah di Asia Tenggara. 

Andrew menjelaskan, dalam menu masyarakat modern, susu menjadi minuman yang wajib ada dalam kehidupan manusia sehari-hari. Hal ini tercermin dari berbagai aturan makan yang dianjurkan pemerintah di berbagai belahan dunia.

Baca: Boeing Ternyata Sudah Tahu Ada Masalah di 737 Max Setahun Sebelum Kecelakaan

Dekan Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Husmy Yurmiati Ir., M.S mengatakan, mitos seputar susu harus dihilangkan lewat praktik minum susu disertai riset tentang perilaku minum susu.

"Pemahaman gizi yang keliru ini akan mengakibatkan tidak terpenuhinya asupan gizi sesuai dengan kebutuhan. Padahal susu merupakan salah satu asupan gizi yang memenuhi segala kebutuhan tubuh," ungkapnya.

Selain itu, dengan meningkatkan konsumsi masyarakat terhadap susu akan menciptakan domino efek yang baik terhadap industri. Produksi susu nasional yang baru bisa mencukupi 20% kebutuhan pasar bisa semakin ditingkatkan karena adanya permintaan nyata dari masyarakat,” ujar 

Andrew menambahkan, sebagai perusahaan ‘Nourishing by Nature’ FFI berkomitmen memberikan gizi yang baik bagi anak-anak dan keluarga Indonesia.

"Kami berkomitmen untuk berperan aktif membantu pemerintah membangun keluarga kuat Indonesia. Saat ini, salah satu fokus FFI adalah membantu pemerintah memerangi stunting yang masih diderita sebagian anak-anak Indonesia dengan penyebaran informasi berbasis ilmiah kepada mahasiwa, pemberian susu dan pembangunan fasilitas olahraga kepada anak-anak sekolah dasar," ungkap Andrew.

Rangkaian acara edukasi minum susu ke anak-anak sekolah dasar ini menjangkau 14 SD di Bandung, Sumedang, Lembang, Pengalengan, Malang, dan Pasuruan.

Kegiatan ini menekankan pentingnya kebiasaan minum susu setiap hari dan berolahraga secara teratur disampaikan kepada lebih dari 5.000 siswa SD.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas