Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Kentut dan Sendawa Jangan Ditahan-tahan, Ini Akibatnya Bagi Kesehatan Tubuh

Namun, terkadang kita merasa tidak enak untuk membuang gas atau bersendawa, karena dianggap tidak sopan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Kentut dan Sendawa Jangan Ditahan-tahan, Ini Akibatnya Bagi Kesehatan Tubuh
iStockphoto
Ilustrasi buang angin alias kentut. (iStockphoto) 

TRIBUNNEWS.COM - Siapa pun Anda, pasti sering kali merasa ingin mengeluarkan gas alias kentut atau bersendawa, hal yang alami terjadi.

Namun, terkadang kita merasa tidak enak untuk membuang gas atau bersendawa, karena dianggap tidak sopan.

Ya, kentut dan sendawa yang dilakukan secara sembarangan memang tidak sopan, tetapi menahan kentut atau sendawa juga bukan hal yang dianjurkan.

Meski tidak berakibat sangat fatal, tetap ada risiko yang harus ditanggung jika gas berlebih di saluran pencernaan tidak dibebaskan.

Sebelumnya, pernahkah bertanya-tanya bagaimana bisa terjadi kentut? Kentut berasal dari gas.

Ketika tubuh mencoba untuk membuang penumpukan gas, tubuh akan mengeluarkan dengan dua cara.

Pertama, gas akan keluar melalui sendawa. Kedua, gas akan keluar dengan cara kentut yang keluar melalui anus.

Baca: Kentut di Dalam Air, Apakah Bisa Membatalkan Puasa Ramadhan? Ini Kata Ustaz !

Rekomendasi Untuk Anda

Sendawa dan kentut berasal dari kebanyakan menelan udara. Ketika kita sedang berbicara atau mengunyah permen karet, menelan udara berlebihan memang tidak dapat dihindari.

Ada juga beberapa makanan yang dapat menyebabkan gas berlebihan. Makanan tersebut harus difermentasi sehingga menimbulkan asam dan gas.

Gas yang berlebihan terjadi ketika terperangkap di usus, sehingga menyebabkan perut kembung.

Pelepasan gas pada perut dikaitkan dengan jumlah gas pada usus, dan bergantung pada aktivitas motorik usus.

Berikut ini beberapa alasan gas berlebihan terperangkap di dalam tubuh:

- Menelan udara, proses ini dipicu oleh perubahan otot yang mengontrol asupan udara. Kita mungkin memakan terlalu cepat dan tidak mengunyah makanan dengan sempurna, sehingga makanan sulit untuk dicerna.

- Akumulasi gas yang berbau, kentut yang berbau disebabkan bakteri usus besar yang memproduksi gas selama fermentasi sisa makanan yang tidak diserap.

- Perubahan bakter, gas juga bergantung pada komposisi bakteri yang tinggal di dalam sistem pencernaan. Setiap orang memiliki komposisi bakteri yang berbeda-beda.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas