Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Sebaiknya Orangtua Jangan Sering Berikan Junk Food pada Anak: Bisa Turunkan Tingkat Kecerdasan

Junk food atau makanan cepat saji populer di tengah marsyarakat. Selain praktis, junk food bisa mengenyangkan dan rasanya enak di lidah.

Sebaiknya Orangtua Jangan Sering Berikan Junk Food pada Anak: Bisa Turunkan Tingkat Kecerdasan
THINKSTOCKPHOTOS
Ilustrasi. 

TRIBUNNEWS.COM - Junk food atau makanan cepat saji populer di tengah marsyarakat. Selain praktis, junk food bisa mengenyangkan dan rasanya enak di lidah.

Coba perhatikan, berbagai kedai junk food semakin membludak beriringan dengan semakin banyaknya peminat.

Penyajiannya yang cepat dan rasanya yang nikmat, tak heran jika membuat terus ketagihan mengonsumsi junk food ini.

Tak jarang pula, orangtua yang memberikan anaknya junk food ketika sedang berpergian ataupun ketika anak rewel memilih makanannya.

Namun, tahukah jika junk food ternyata dapat menurunkan IQ anak? Melansir laman Daily Mail, memberikan anak junk food ternyata dapat menurunkan tingkat IQ atau kecerdasan intelektual anak.

Baca: Apa yang Terjadi pada Tubuh saat Kita Berhenti Konsumsi Junk Food

Baca: Olahraga Angkat Beban Efektif Kikis Lemak Jantung

Baca: Banyak Anak Muda Terserang Stroke, Yuk Kenali Penyebabnya

Penelitian menemukan bahwa anak yang mengonsumsi junk food, minuman manis dan permen cenderung kurang pintar saat ia beranjak tumbuh.

Selain itu, penelitian juga menemukan bukti jika makanan yang dikonsumsi anak saat berusia 6 bulan hingga 2 tahun, dapat memengaruhi IQ anak saat ia berusia 8 tahun.

Baca: Olahraga Kardio untuk Ibu Hamil, Amankah?

Menurut para peneliti dari University of Adelaide, saat berusia 8 tahun, anak yang sering mengonsumsi junk food akan memiliki tingkat IQ 2% lebih rendah dibandingkan dengan anak-anak yang mengonsumsi makanan sehat.

Dr. Lisa Smithers yang memimpin penelitian ini mengatakan :

”Walaupun perbedaan IQ tidak besar, penelitian ini memberikan beberapa bukti terkuat sampai saat ini, bahwa pola makan anak saat  berusia 6 hingga 24 bulan memiliki pengaruh kecil tetapi signifikan terhadap IQ anak saat ia berusia 8 tahun,” ungkap Dr. Lisa Smithers.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Willem Jonata
Sumber: Grid.ID
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas