Tribun Kesehatan

Demam Berdarah

DBD Melonjak di Bontang dan Tabalong, Ini Cara Praktis Basmi Nyamuk DBD di Rumah

Rapor kasus demam berdarah dengue (DBD) pada September 2019 di Kalimantan menuai kewaspadaan, terutama di daerah Bontang dan Tabalong. Cegah penularan

Editor: Content Writer
DBD Melonjak di Bontang dan Tabalong, Ini Cara Praktis Basmi Nyamuk DBD di Rumah
Mikadago/ Pixabay.com
Nyamuk Aedes Aegypti. 

TRIBUNNEWS.COM, KALIMANTAN - Rapor kasus demam berdarah dengue (DBD) pada September 2019 di Kalimantan menuai kewaspadaan, terutama di daerah Bontang dan Tabalong.

Mengutip Tribun Kaltim, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Bontang masuk dalam wilayah rawan Kejadian Luar Biasa (KLB). Bahkan, hingga pertengahan September tahun ini, jumlah kasus meroket drastis ketimbang tahun-tahun sebelumnya.

Jumlah kasus DBD pada 2018 hanya tercatat 157 kasus. Sedangkan, memasuki semester kedua 2019, jumlahnya telah mencapai angka lebih dari 500 kasus, dengan tiga nyawa melayang akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Jumlah kasus dan korban jiwa DBD inilah yang membuat Bontang tergolong rawan KLB.

Merespons kondisi tersebut, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengimbau agar dilakukan fogging yang merata di seluruh Kota Bontang.

Sama halnya dengan kasus DBD di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, yang kian mengalami peningkatan dalam kurun waktu tiga tahun belakangan.

Menurut data yang dikutip Tribun Kalsel dari Dinkes Tabalong, pada 2017 tercatat 38 kasus DBD. Kemudian, pada 2018 sebanyak 107 kasus, sedangkan pada 2019 dari Januari hingga Agustus angkanya mencapai 168 kasus.  

Baca: Kasus DBD Melonjak di Jawa, Hindari 4 Kebiasaan Ini untuk Basmi Aedes Aegypti

Meski tidak ada korban jiwa, divisi Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Tabalong tetap bersiaga melakukan berbagai upaya menyambut musim penghujan pada Oktober hingga Desember 2019, yang diprediksi akan menaikkan angka kasus DBD di Tabalong.

Cara cegah DBD efektif: basmi sarang nyamuk mulai dari rumah Anda

Berbagai upaya konkret mencegah penularan DBD dapat dilakukan mulai dari rumah, yakni dengan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), yang biasa dikenal dengan 3M, yaitu 1) menguras tempat penampungan air dan semua barang yang terdapat genangan air, 2) menutup tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren, dan sebagainya, dan 3) mendaur ulang barang bekas yang berpotensi jadi tempat pengembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti.

Selain itu, melansir pernyataan tertulis dari situs Departemen Kesehatan yang terbit pada Februari 2016, upaya 3M Plus pun dapat dilakukan, yakni segala bentuk aktivitas pencegahan, seperti menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan kelambu saat tidur, hingga menggunakan obat anti nyamuk.

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas