Tribun Kesehatan

Mirip Panu, Ada Bercak Putih, Yuk Kenali Vitiligo,Penyakit Kehilangan Warna Kulit, Ini Gejalanya

Penyakit vitiligo ini ditandai mirip panu dengan adanya bercak-bercak warna putih susu karena adanya sel-sel yang memproduksi melanin yaitu melanosit

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Anita K Wardhani
zoom-in Mirip Panu, Ada Bercak Putih, Yuk Kenali Vitiligo,Penyakit Kehilangan Warna Kulit, Ini Gejalanya
Shuttersock
Vitiligo menyebabkan hilangnya warna kulit, sehingga menimbulkan bercak-bercak yang berbeda dengan warna kulit asli. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Istilah penyakit kehilangan warna kulit atau vitiligo memang tidak sepopuler jenis penyakit kulit lainnya seperti jamur, panu, ataupun ruam kulit.

Penyakit vitiligo ini ditandai mirip panu dengan adanya bercak-bercak warna putih susu karena adanya sel-sel yang memproduksi melanin yaitu melanosit mati dan berhenti berfungsi.

Dr. Dian Pratiwi, SpKK dari Klinik Pramudia menyebutkan vitiligo juga bisa disebabkan faktor lainnya misalnya kelainan metabolik dan juga faktor genetik.

“Semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa berbagai mekanisme seperti kelainan metabolik, stres oksidatif, respons autoimun, dan faktor genetik juga berkontribusi,” kata dr. Dian saat ditemui di Diskusi Media di Jakarta Pusat, Rabu (20/11/2019).

Vitiligo ini bisa dideteksi dini dengan memperhatikan adanya tanda-tanda seperti kehilangan warna kulit yang merata menjadi warna putih susu, uban pada rambut di kulit kepala, bulu mata, alis atau janggut.

Baca: Koriah Sudah 15 Tahun Menderita Penyakit Kulit, Saat Kambuh Kulitnya Melempuh, Keluarga Sudah Capek

Baca: Nikita Mirzani Duga Dipo Latif Kena Azab karena Sering Bohongi Istri

Terdapat juga kehilangan warna pada bagian dalam mulut dan hidung (selaput sendir), kehilangan atau perubahan warna lapisan dalam bola mata (retina).

Tanda-tanda tersebut disebut dengan gejala segmental atau gejala yang mudah dilihat, namun ada juga gejala non segmental atau sulit dilihat seperti bekas luka atau karena paparan bahan kimia.

Dr. Dian Pratiwi, SpKK dari Klinik Pramudia saat ditemui di Diskusi Media di Jakarta Pusat, Rabu (20/11/2019).
Dr. Dian Pratiwi, SpKK dari Klinik Pramudia saat ditemui di Diskusi Media di Jakarta Pusat, Rabu (20/11/2019). (Tribunnews.com/Apfia Tioconny Billy)

Vitiligo ini bisa muncul pada usia berapapun tapi seringnya pada usia dibawah 20 tahun tapi dipastikan tidak menular dan mengancam kejiwaan.

“Vitiligo tidak mengancam jiwa, tidak menular tapi bisa mengganggu psikologi yang terkena karena kurang percaya diri,” tutur dr. Dian.

Penyakit vitiligo ini bisa diobati dengan terapi topical corticosteroid, dan topical calcinrurin inhibitor (TCI), serta terapi Sinar PUVA dan UVB-NB.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas