Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Banjir Jakarta

Gejala dan Pencegahan Hipotermia yang Sebabkan Tiga Korban Banjir Meninggal Dunia

Menurut catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Kamis (2/1/2020) malam mencapai 30 korban.

Gejala dan Pencegahan Hipotermia yang Sebabkan Tiga Korban Banjir Meninggal Dunia
IST
Banjir menggenangi rumah warga di Kompleks Pondok Bahar Permai, Karang Tengah, Kota Tangerang, Kamis 2 Januari 2020. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Jumlah korban meninggal akibat banjir yang terjadi di kawasan Jabodetabek menurut catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Kamis (2/1/2020) malam mencapai 30 korban.

Rinciannya 17 orang meninggal karena terseret arus banjir, 5 orang tertimbun longsor, 5 orang tersengat listrik, dan 3 orang hipotermia atau kedinginan.

Penyakit hipotermia ini terjadi saat tubuh kehilangan panas sangat cepat sehingga suhu tubuh sangat rendah bahkan mencapai 35 derajat celcius atau dibawah suhu tubuh normal 37 derajat celcius pada dewasa.

Seperti dilansir dari Mayoclinic, saat hipotermia lalu suhu tubuh menurun maka sistem jantung, sistem syaraf dan organ tubuh lainnya tidak akan bekerja secara optimal.

Kedinginan karena terendam banjir ini biasanya ditunjukan dengan gejala menggigil, gemetaran, bergumam, napas tersendat, denyut nadi lemah.

Kemudian tubuh juga menjadi lemah, kulit memerah bahkan bisa sampai kehilangan kesadaran. Gejala ini biasanya tidak sejaligus tapi secara bertahap.

Untuk mencegah terjadinya hipotermia saat kebanjiran maka hangatkan tubuh dengan selimut, topi, sarung tangan, dan pastikan baju dalam keadaan kering.

Pilih baju yang pas dengan tubuh, jangan yang longgar untuk mencegah masuknya angin ke dalam tubuh yang bisa menyebabkan kedinginan.

Untuk bahan pilih pakaian yang terbuat dari lapisan wol, sutera, atau polipropilen yang membuat panas tubuh lebih terjaga.

Pada anak-anak lapisan baju yang digunakan harus ditambahkan satu lapis saat banjir melanda agar anak tidak mudah menggigil.

Saat proses evakuasi atau ketika harus berada di genangan air banjir bisa bantu tubuh tetap hangat dengan menggunakan jaket pelampung, jas hujan, sepatu boots.

Kemudian saat bantuan ketika banjir belum datang, posisikan tubuh dalam bentuk HELP (Heat Escape Lessening Position) yakni posisi duduk dengan melipat kedua kaki mendekati dada. Posisi ini bisa membantu menghangatkan tubuh.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas