Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Apa yang Dimaksud dengan Autoimun? Begini Arti dan Penjelasannya

Andrea Dian terinfeksi Covid-19 dan memiliki autoimun yang mengharuskan dirinya ekstra menjaga imunnya. Begini arti dan penjelasan autoimun!

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
zoom-in Apa yang Dimaksud dengan Autoimun? Begini Arti dan Penjelasannya
medgadget.com
Andrea Dian terinfeksi Covid-19 dan memiliki autoimun yang mengharuskan dirinya ekstra menjaga imunnya. Begini arti dan penjelasan autoimun! 

Nyeri sendi, kelelahan, dan ruam adalah gejala yang paling umum.

6. Penyakit radang usus

Inflammatory bowel disease (IBD) adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi yang menyebabkan peradangan pada lapisan dinding usus.

Setiap jenis IBD mempengaruhi bagian saluran GI yang berbeda.

Penyakit Crohn dapat mengobarkan bagian saluran GI, dari mulut ke anus.

Kolitis ulserativahanya mempengaruhi lapisan usus besar (usus besar) dan dubur.

7. Penyakit Addison

Rekomendasi Untuk Anda

Penyakit Addison memengaruhi kelenjar adrenal, yang menghasilkan hormon kortisol dan aldosteron serta hormon androgen.

Terlalu sedikit kortisol dapat memengaruhi cara tubuh menggunakan dan menyimpan karbohidrat dan gula (glukosa).

Kekurangan aldosteron akan menyebabkan hilangnya natrium dan kelebihan kalium dalam aliran darah.

Gejalanya meliputi kelemahan, kelelahan, penurunan berat badan, dan gula darah rendah.

8. Tiroiditis Hashimoto

Pada tiroiditis Hashimoto , produksi hormon tiroid melambat menjadi defisiensi.

Gejala termasuk kenaikan berat badan, kepekaan terhadap dingin, kelelahan, rambut rontok, dan pembengkakan tiroid (gondok).

9. Vaskulitis autoimun

Vasculitis autoimun terjadi ketika sistem kekebalan menyerang pembuluh darah.

Peradangan yang terjadi mempersempit pembuluh darah dan arteri, sehingga lebih sedikit darah yang mengalir melaluinya.

10. Anemia pernisiosa

Kondisi ini menyebabkan kekurangan protein, yang dibuat oleh sel-sel lapisan perut, yang dikenal sebagai faktor intrinsik yang diperlukan agar usus kecil menyerap vitamin B-12 dari makanan.

Tanpa cukup vitamin ini, seseorang akan mengalami anemia, dan kemampuan tubuh untuk sintesis DNA yang tepat akan diubah.

Anemia pernisiosa lebih sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua.

Menurut sebuah studi 2012, Anemia pernisiosa mempengaruhi 0,1 persen orang pada umumnya, tetapi hampir 2 persen yang terserang adalah orang di atas usia 60.

(Tribunnews.com/Yurika Nendri)

Halaman 4/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas