Tribun Kesehatan

Bahaya Membuat Diffuser dari Antiseptik, Bisa Jadi Serangan Bagi Pengidap Asma

Video seorang pengguna twitter bernama Dinda Safay yang membuat aromaterapi (diffuser) dari campuran air dan antiseptik, sempat ramai di media sosial.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Willem Jonata
zoom-in Bahaya Membuat Diffuser dari Antiseptik, Bisa Jadi Serangan Bagi Pengidap Asma
Kolase Tribunnews (Instagram.com/lets.talkandenjoy)
Viral Selebgram Gunakan Diffuser Berisi Cairan Dettol untuk Cegah Virus Corona 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Video seorang pengguna twitter bernama Dinda Safay yang membuat aromaterapi (diffuser) dari campuran air dan antiseptik, sempat ramai dibicarakan di media sosial.

Tak sedikit yang menyampaikan reaksi negatif terhadap konten video tersebut.

Sebabnya, ide membuat diffuser dari antiseptik yang bertujuan membersihkan udara dari virus corona (covid-19) justru berbahaya.

Dokter spesialis paru RS Umum Pusat (RSUP) Persahabatan Dr dr Erlina Burhan pun menegaskan penggunaan antiseptik untuk diffuser memang berbahaya.

Lebih berbahaya jika dihirup oleh yang mereka yang punya alergi pernapasan seperti asma karena bisa memancing serangan dan penyakitnya jadi kambuh.

Baca: Polda Jateng Tangkap Dua Orang yang Diduga Jadi Penimbun Masker dan Cairan Antiseptik

"Sekiranya disemprotkan ke udara antiseptik tadi dan kebetulan ada pasien-pasien yang alergi terhadap zat yang dikandungnya, contohnya pasien-pasien asma, itu bisa juga men-trigger terjadinya serangan," kata dr. Erlina saat kulwap, Jumat (17/4/2020).

Kemudian antiseptik ini seharusnya digunakan untuk membersihkan jaringan hidup seperti luka pada tubuh bukan menjadi pembersih udara.

Sementara virus corona tidak melayang-layang di udara tapi dari droplet (partikel ludah) yang dikeluarkan dari mulut atau hidung sesorang yang terjangkit virus dan menyebar langsung ke orang di dekatnya.

"Membuang energi kalau membersihkan udara dari virus itu dengan menyemprot antispetik karena virus tidak melayang di udara, tapi virus itu ada di droplet yang dikeluarkan dari mulut atau hidung pasien yang terinfeksi," ucap Erlina.

Dr. Erlina menjelaskan virus pun tidak melayang di udara karena daei droplet biasanya langsunh jatuh ke benda mati yang seharusnya dibersihkan dengan disinfektan bukan antiseptik.

"Kalau tidak ada orang maka droplet itu berada di permukaan benda-benda mati. Nah itu yang dibersihkan dengan disinfektan bukan antiseptik," tutur dr. Erlina.

Untuk mencegah penularan pemerintah pun terus mengimbau tetap di rumah saja, sambil menjaga kebersihan dengan rajin cuci tangan dan langsung membersihkan diri sehabis keluar rumah.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas