Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Sama-sama Berbahaya dan Menular Lewat Droplet, Ini Perbedaan TBC dengan Covid-19

Walaupun sama-sama berbahaya dan menular melalui droplet serta saluran pernapasan, ada beberapa perbedaan antara TBC dengan Covid-19.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Nuryanti
zoom-in Sama-sama Berbahaya dan Menular Lewat Droplet, Ini Perbedaan TBC dengan Covid-19
Covid19.go.id
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr Wiendra Waworuntu 

Namun, perbedaannya ada pada pengambilan sampelnya. Untuk diagnosis Covid-19 harus melalui swab, sedangkan TBC cukup dengan dahak saja.

Selain itu, perbedaan besar antara Covid-19 dengan TBC adalah Covid-19 belum ada obat yang dapat menyembuhkan.

Sedangan TBC sudah ditemukan obatnya dan dapat diakses secara gratis.

"Covid-19 belum punya obat, sedangkan TBC sudah ada obatnya, dengan catatan harus dikonsumsi dengan baik dan patuh," imbuhnya.

Baca: Herbal Bantu Tingkatkan Imunitas Penderita TBC, Tapi yang Utama Tetap Obat untuk Penyembuhan

Walaupun memiliki obat dalam membantu penyembuhan, masih banyak masyarakat yang menyepelekan penyakit TBC.

Sebab, dianggap penyakit lama sehingga kurang memperhatikan kedisiplinan pada proses penyembuhan melalui konsumsi obat yang telah tersedia.

Sehingga para penderita TB menjadi resisten atau obatnya sudah tidak mempan lagi dengan penyakit TBC tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

"Ketika sudah mengonsumsi, lalu stop, lalu nanti minum lagi. Jadi sembuhnya tidak betul-betul sembuh sempurna."

"Padahal obat TB harus dikonsumsi dalam waktu yang cukup panjang yaitu enam bulan," ungkapnya.

"Namun pada bulan pertama dan kedua merasa sudah sembuh, padahal belum sembuh."

"Hal ini yang menjadi resisten dan masalah yang masih menjadi tantangan kita," terang Wiendra.

Ia menambahkan, orang yang menderita TBC bukan menjadi penyakit bawaan yang mudah terjangkit Covid-19.

"Menurut data, hanya 19 orang penderita TBC yang terkena Covid-19. Pada data yang tersedia, justru penyakit tidak menular atau PTM menjadi penyakit bawaan yang mudah terjangkit Covid-19."

"Walaupun TBC ada dalam 10 besar penyakit bawaan yang rawan terkena Covid-19, namun TBC bukan nomor satu," lanjutnya.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Pentakit Menular Langsung Kemenkes, dr. Wiendra Waworuntu, M. Kes
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Pentakit Menular Langsung Kemenkes, dr. Wiendra Waworuntu, M. Kes (TRIBUNNEWS/APFIA)

Pengendalian penyakit TBC selama pandemi Covid-19 turut mengalami beberapa hambatan.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas