Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Diet Rendah Karbohidrat Tanggung Risiko Kesehatan, Apa Saja Itu?

Diet rendah karbohidrat dan tinggi protein jadi pilihan sebagian orang untuk menurunkan berat badan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Willem Jonata
zoom-in Diet Rendah Karbohidrat Tanggung Risiko Kesehatan, Apa Saja Itu?
(oowomaniya.com)
Ilustrasi Menimbang Berat Badan.(oowomaniya.com) 

Mengingat diet rendah karbohidrat memiliki sejumlah efek samping, beberapa orang tidak dianjurkan untuk mencoba diet ini, terutama bagi orang-orang yang punya gejala penyakit gagal hati, pankreatitis dan gangguan metabolisme lemak.

Konsultasikan dengan dokter sebelum memulai diet rendah karbohidrat ini.

3. Gangguan irama jantung

Melansir Health Line, beberapa penelitian menunjukkan bahwa kekurangan karbohidrat dalam makanan dapat dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih tinggi.

Dalam sebuah studi pada 2013 yang ditampilkan dalam PLOS One, peneliti melakukan investigasi untuk melihat efek jangka panjang dari diet rendah karbohidrat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa, penerapan diet rendah karbohidrat berkaitan dengan peningkatan risiko kematian karena berbagai penyebab yang terkait.

Sebuah studi pada bulan Maret 2019 yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology, menemukan bahwa asupan karbohidrat yang rendah hingga sedang di antaranya dapat meningkatkan risiko atrial fibrilasi (AF), gangguan irama jantung.

Rekomendasi Untuk Anda

AF bermanifestasi sebagai kelelahan, pusing dan jantung berdebar dan dapat menyebabkan stroke atau serangan jantung.

Para penulis menyimpulkan bahwa dokter tidak seharusnya merekomendasikan diet rendah karbohidrat secara ekstensif untuk menurunkan berat badan.

4. Sebabkan sembelit dan energi rendah

Karena diet rendah karbohidrat juga dilakukan dengan membatasi konsumsi buah, sebagian besar sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh, serat yang didapat bisa sangat rendah.

Padahal serat penting untuk pencernaan karena membantu menjaga keteraturan usus.

Oleh karena itu, diet rendah karbohidrat dapat menyebabkan sembelit dan ketidaknyamanan pencernaan.

Terlebih lagi, karbohidrat adalah sumber energi utama tubuh Anda.

Oleh karena itu, diet tanpa karbohidrat dapat menyebabkan energi rendah atau kelelahan, terutama pada awalnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas