Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Mengenal Tiga Penyebab Utama Henti Jantung Mendadak

Angka keselamatan pasien yang mengalami henti jantung mendadak pun rendah dan berujung pada kematian.

Mengenal Tiga Penyebab Utama Henti Jantung Mendadak
kutv.com
Ilustrasi jantung sehat. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Angka keselamatan pasien yang mengalami henti jantung mendadak pun rendah dan berujung pada kematian.

Satu satunya jalan, kejadian henti jantung mendadak dapat dicegah dengan mengetahui penyebab dan faktor risikonya.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Siloam Hospitals Manado, dr Benny Mulyanto Setiadi SpJP(K) FIHA.

Benny menjelaskan, henti jantung mendadak bisa terjadi pada orang tua maupun orang muda.

Baca: Diabetes Bisa Rentan Alami Komplikasi Serius, Jantung hingga Penyakit Ginjal

Meski demikian, ada sedikit perbedaan henti jantung mendadak pada orang tua dan orang muda.

Benny mengatakan, sebuah laporan di Inggris menyebutkan tingkat keselamatan akibat henti jantung mendadak yang dikarenakan masalah elektrik pada jantung sangatlah kecil, yaitu hanya sekitar 8 persen.

Bahkan, jika dibandingkan serangan jantung yang merupakan masalah saluran jantung angka keselamatannya mampu mencapai 80 persen.

"Ini menunjukan, kejadian henti jantung itu lebih berbahaya dibandingkan serangan jantung. Mengingat tingkat keselamatannya hanya sepersepuluh dari serangan jantung,” ungkap Benny dalam keterangannya, Jumat (24/7/2020).

Akan kategori usia, dijelaskan Benny penyakit jantung koroner merupakan penyebab utama dan sering kali disertai faktor risiko penyakit jantung, seperti hipertensi, diabetes, dan kegemukan.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Willem Jonata
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas