Kurang Tidur Bikin Seseorang Sulit Merasakan Kebahagiaan, Riset Membuktikan Itu
Kurang tidur bukan hanya memengaruhi keadaan fisik seseorang, tapi juga psikologis mereka.
Editor: Willem Jonata
Hal ini bisa membuat kita kurang mampu merasakan emosi positif seperti kegembiraan, antusiasme, dan kepuasan dalam hidup.
"Padahal, kurangnya emosi positif bisa berdampak besar pada kesehatan mental," ucap Saksvik-Lehouillier, salah satu peneliti.
Peneliti juga menemukan bahwa kurang tidur membuat peserta tidak bisa memfokuskan pikiran sehingga menjadi lebih impulsif.
Temuan ini menjadi bukti bahwa tidur malam adalah hal vital untuk menjaga kondisi mental dan fisik kita.
Agar kita berfungsi optimal setiap harinya, pola tidur juga menjadi bagian penting yang harus kita perhatikan.
Meningkatkan kualitas tidur
Tidur malam yang berkualitas adalah kunci penting untuk kesehatan fisik dan mental kita.
Berikut cara agar kita bisa tidur nyenyak di malam hari:
- Tetapkan jadwal tidur yang teratur.
- Tidurlah pada waktu yang sama setiap malam dan bangunlah pada waktu yang sama setiap pagi, termasuk pada akhir pekan.
- Biarkan tubuh tubuh terpapar cahaya matahari yang cukup, terutama di awal hari.
- Lakukan aktivitas fisik yang cukup di siang hari. Cobalah untuk tidak berolahraga dalam beberapa jam sebelum tidur.
- Hindari cahaya buatan, terutama beberapa jam sebelum tidur. Gunakan filter cahaya biru di komputer atau smartphone Anda.
- Jangan makan atau minum menjelang waktu tidur, terutama alkohol dan makanan tinggi lemak atau gula.
- Jaga kamar tidur tetap dingin, gelap, dan tenang.
- Berkonsultasi dengtan dokter untuk mengantisipasi adanya masalah medis yang mengganggu kualitas tidur.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Riset Buktikan Kurang Tidur Bikin Kita Sulit Bahagia
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.