Tribun Kesehatan

Mempercepat Uji Klinis Perawatan COVID-19 Berbasis Stem Cell

Daewoong Infion berencana akan memasuki uji klinis fase 2 pada paruh pertama tahun 2021.

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Willem Jonata
zoom-in Mempercepat Uji Klinis Perawatan COVID-19 Berbasis Stem Cell
Istimewa
Daewoong Infion, Kementerian Kesehatan RI tengah melakukan uji klinis fase 1 dalam pengembangan perawatan COVID-19 yang memanfaatkan sel punca milik Daewoong di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - 'Daewoong Infion, Kementerian Kesehatan RI tengah melakukan uji klinis fase 1 dalam pengembangan perawatan COVID-19 yang memanfaatkan sel punca milik Daewoong di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo.

Uji klinis fase 1 bertujuan untuk menguji keamanan perawatan COVID-19 pada pasien dan diharapkan akan selesai tahun ini.

Daewoong Infion berencana akan memasuki uji klinis fase 2 pada paruh pertama tahun 2021.

Baca: KBRI Keberatan atas Pemberitaan Media Australia yang Soroti Penanganan Covid-19 Indonesia

DWP710 merupakan perawatan Dyspnea pada pasien COVID-19 dengan memanfaatkan sel punca Mesenchymal DW-MSC dan saat ini sedang diuji coba oleh perusahaan farmasi Korea Selatan Daewoong Pharmaceuticals.

'DWP710' yang dikembangkan oleh Daewoong Pharmaceutical telah terkonfirmasi memiliki efek anti-inflamasi dalam uji pra-klinis pada hewan yang mengidap Dyspnea.

"Tingkat kelangsungan hidup meningkat lebih dari 30% dibandingkan dengan kelompok uji lainnya, di mana jaringan paru-paru yang rusak akibat inflamasi kembali pulih ke tingkat yang mendekati normal," kata Chang-woo Suh, Presiden Direktur Daewoong Infion dalam keterangannya, Jumat (21/8/2020).

Selain itu, perawatan ini memiliki efek antivirus yang mampu mengurangi jumlah virus pada jaringan paru-paru hewan yang terinfeksi COVID-19 hingga di batas bawah deteksi.

Baca: Pesta Pernikahan di Pangandaran Jadi Klaster Baru Covid-19

Untuk DWP710 ini, Daewoong Infion dan Kementerian Kesehatan Indonesia menandatangani MOU untuk memulai kerja sama strategis terkait pengembangan perawatan COVID-19 dan uji klinis fase 1 yang telah disetujui pada bulan Juli 2020.

Pada tanggal 6 Agustus 2020, DWP710 terpilih sebagai proyek baru di Kementerian Kesehatan Indonesia.

Daewoong Infion kini sedang melakukan uji klinis fase 1 bersama dengan Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Wahidin Sudirohusodo, yang dikhususkan untuk perawatan COVID-19 dan memiliki kemampuan beragam dalam hal uji klinis global di bidang farmasi.

Daewoong Infion menyediakan pakaian dan peralatan pelindung untuk staf medis rumah sakit.

Selain itu, Daewoong Infion dan RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo juga mempertimbangkan penelitian dan pengembangan kandidat vaksin COVID-19 lainnya dari Daewoong Pharmaceutical, seperti Niclosamide dan Camostat.

Kedua produk tersebut masing-masing diharapkan mampu merawat pasien yang menderita COVID-19 ringan/berat.

Ia berharap penelitian ini akan memberikan hasil yang baik dan berkontribusi dalam pengembangan perawatan untuk mengatasi COVID-19.

Dr. Slamet, MHP, Plt. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan mengatakan senang Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Wahidin Sudirohusodo dapat terlibat dalam penelitian ini.

"Penelitian tahap 1 ini merupakan sebuah peluang dan tujuan untuk proses fase 2 dan fase 3 selanjutnya.," katanya.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas