Tribun Kesehatan

Virus Corona

Pentingnya Menjaga Imun Saat Pandemi, Terapi Ozone Bisa Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Menjaga daya tahan atau imun tubuh saar masa pandemi Covid-19 saat ini, sangat penting dilakukan.

Editor: Anita K Wardhani
zoom-in Pentingnya Menjaga Imun Saat Pandemi, Terapi Ozone Bisa Tingkatkan Daya Tahan Tubuh
istimewa
Terapi ozone 

Laporan wartawan Wartakotalive.com, Lilis Setyaningsih

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menjaga daya tahan atau imun tubuh saar masa pandemi Covid-19 saat ini, sangat penting dilakukan.

Segala penyakit termasuk infeksi Covid -19 bisa dicegah dengan daya tahan tubuh yang kuat.

Banyak cara dilakukan untuk memperkuat daya tahan tubuh. Secara umum, daya tahan tubuh bisa dicapai dengan, mengonsumsi makanan gizi seimbang, tidur cukup, olahraga teratur, dan menghindari stres.

Selain itu bisa diperkuat dengan terapi, salah satunya terapi ozone.

Terapi ini salah satunya ada Youth & Beauty Clinic yang berlokasi di Kemang, Jakarta Selatan.

Baca juga: Tips dari Gelandang Bhayangkara FC Agar Imun Tubuh Tetap Kuat: Harus Berpikir Positif

Baca juga: Selain 3M, Satgas Sebut Iman, Aman, Imun Bisa Cegah Covid-19

Head doctor di klinik Youth & Beauty, dr. Gaby Syerly, M.Biomed (AAM), menjelaskan dengan memiliki imun yang kuat didukung dengan mematuhi protokol kesehatan, bisa eminimalisir risiko tertular virus covid-19.

Selain makan dengan asupan gizi yang baik, ditambah dengan rutin minum vitamin setiap hari.

Ia memberikan saran pemberian vitamin C dosis tinggi serta multivitamin A-Z melalui pembuluh darah juga sangat membantu.

Ada baiknya rutin secara berkala seminggu sekali.

Di Kliniknya juga diadakan terapi ozone, salah satu tujuannya untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

"Ozone sudah diterapkan sebagai pengobatan dalam kedokteran gigi, dermatologi, penyakit menular akut dan kronis, dan pneumologi. Terapi ozone baru-baru ini marak dibicarakan sebagai salah satu alternatif untuk
mengatasi SARS-CoV-2, karena memiliki efek imunomodulator (memperbaiki sistem imun), anti inflamasi, dapat membunuh organisme-organisme tertentu/kuman, menghasilkan nitric oxide dan anti pembekuan darah," jelas dokter Gaby seperti dikutip dari siaran pers, Minggu (18/10/2020).

Ia menjelaskan, ozone berpengaruh terhadap ACE receptor seseorang. Sehingga orang tersebut lebih tidak mudah terinfeksi Covid-19.

Terapi ini juga membantu memberikan efek proteksi terhadap kerusakan jantung. ACE reseptor merupakan enzim yang menempel pada permukaan luar (membran) sel-sel di beberapa organ. Seperti paru-paru, jantung, ginjal.

“Di klinik kami menyediakan terapi ozone sebagai salah satu alternatif pencegahan tertular virus corona sebelum vaksinnya ditemukan. Bisa dengan darah sendiri dicampur
dengan ozone lalu dikembalikan lagi ke dalam tubuh atau dengan cairan Nacl dicampur dengan ozone saja lalu diinfuskan ke dalam tubuh.” jelas dr. Gaby.

Selain itu bisa dikombinasikan dengan LLLT ( Low Level Laser Therapy) yakni “sel terapi” dengan energi rendah yang aman dalam mengobati berbagai penyembuhan penyakit.

Agar hasilnya maksimal bisa dilakukan dalam waktu seminggu sekali secara bergantian.

"Kita pun harus tetap rutin mengecek dengan serologi test atau Swab PCR untuk
memastikan kita tidak terinfeksi covid-19. Klinik juga melayani home service PCR Swab test
yang bekerjasama dengan Kalgen Innolab," tuturnya. (*/Lis)

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas